SuaraBekaci.id - Jonisah Pandapotan Manalu (62), ayah dari almarhum Bungka Patiar San Francisco Manalu alias Toni tak menerima tuntutan Oditur Pengadilan Militer Bandung terhadap enam oknum anggota TNI AL yang menganiaya anaknya hingga tewas.
Oditup Pengadin Militer Bandung hanya menuntut keenam pelaku dengan tuntutan 10 tahun serta dipecat dari dinas kesatuan TNI AL.
"Jujur saya katakan saya pribadi sebagai orang tua dari almarhum, maupun keluarga langsung berontak karena tuntutan tersebut menurut kami kurang berkeadilan," kata Jonisah, saat ditemui di Bandung, Jumat (22/10/2021).
Ia tak terima karena dalam dakwaannya, keenam pelaku anggota TNI Al itu, di dakwa dengan pasal 334 soal pembunuhan berencana Jo 338.
Menurutnya, apa yang didakwakan ke pasal 340 itu sudah masuk dan seharusnya masuk dalam tuntutan.
"Nah sementara dituntut kemarin pasal pokok 338 dituntut hanya 10 tahun penjara, dipotong masa tahanan dan dipecat dari satuan TNI AL. Jadi akhirnya saya berontak dan keluarga karena jujur, kami katakan tanda kutip patut kami duga bahwa ada apa oditur dengan terdakwa sehingga tuntutannya, hanya 10 tahun. Sedangkan dakwaan di 340 dan menurut kami sudah terpenuhi," kata dia.
Ia berharap para oknum anggota TNI AL itu diberikan hukuman maksimal, yakni hukuman mati.
"Kami berharap majelis hakim yang menangani perkara ini di Pengadilan Militer, dapat memberikan putusan di batas tuntutan jaksa 10 tahun. Harapan kami di putusan maksimal hukuman mati," ujarnya.
Kasus ini bermula saat adanya kejadian enam orang oknum anggota TNI AL, melakukan penculikan dan penganiayaan terhadap dua orang warga sipil di Purwakarta, yang salah satu korbannya adalah Bungka Patiar San Francisco Manalu alias Toni.
Baca Juga: Link Live Streaming Persib Bandung vs PSS Sleman: Jaminan Duel Seru di Stadion Manahan
Kasus ini bermula saat Toni dijemput pelaku di tempat pencucian mobil miliknya di Purwakarta 29 Mei 2021 lalu. Penculikan berawal dari adanya salah seorang orang tua calon istri salah satu oknum prajurit TNI AL mengadu kehilangan mobil.
Oknum prajurit TNI AL yang bertugas di Polisi Militer TNI AL tersebut kemudian berinisiatif membantu mencari mobil milik keluarga calon istrinya.
Oknum tersebut melibatkan lima temannya di TNI AL yang pada waktu itu tengah berlatih sebagai atlet dayung di kawasan Purwakarta.
Tak berapa lama, pelaku pencurian berhasil ditemukan. Diketahui jika salah satu yang diamankan yakni ialah Toni. Enam anggota TNI tersebut membawa dua orang warga yang diduga pelaku pencurian mobil ke Wisma Atlet Purwakarta.
Dua warga tersebut kemudian mengaku telah menggelapkan mobil orangtua pacar salah satu oknum TNI tersebut, bahkan hingga menjualnya.
Keduanya lalu dibawa ke salah satu tempat di Purwakarta, dan dilakukan penganiayaan. Akibat penganiayaan itu, Toni meninggal dunia.
Berita Terkait
-
Tak Dapat Maarten Paes, Persib Bandung Incar Kiper Keturunan Lainnya
-
Thom Haye 'Menghilang' dari Latihan Persib Bandung, Ada Apa?
-
Persib Bandung Pinjamkan Rezaldi Hehanussa dan Hamra ke Persik
-
Bojan Hodak Buka Peluang Perubahan Komposisi Pemain Persib di Putaran Kedua
-
Persib Jadi Juara Paruh Musim, Bojan Hodak Sebut Sudah Terbiasa dengan Tekanan
Terpopuler
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan, RAM 6 GB Performa Jempolan
- 5 Sepatu Skechers Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Cocok Dipakai Lansia
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
Pilihan
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
Terkini
-
7 Fakta Viral Keluarga Miskin Pinjam Beras dan Garam untuk Makan
-
Polisi Bongkar Alasan Pelaku Bunuh Teman Sendiri di Pemakaman Bekasi
-
Momen Gibran Main Sepak Bola di Wamena Papua, Cetak Tiga Gol
-
Era Gratis Biskita Trans Wibawa Mukti Bekasi Berakhir, Berapa Biayanya?
-
8 Pedagang Kalibata Gulung Tikar, Total Kerugian Rp1,2 Miliar