SuaraBekaci.id - Jutaan timbunan sampah medis berserakan di TPA Burangkeng Desa Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi dalam sebuah postingan akun Instagram sosial media Bekasi.
Sekilas memang terlihat seperti tumpukan sampah di tempat pembuangan seperti biasa, akan tetapi ada hal menarik dari tumpukan ini yakni timbunan sampah bekas medis juga terlihat berbaur disana.
Sang fotografer merekam gambar saat dua pria menemukan sampah medis diantara timbunan lainnya.
Hal tersebut diketahui melalui caption dari postingan asal milik @garrylotulung. Akun tersebut menyebutkan bahwa, dua pria dari Koalisi Sampah Nasional bernama Bagong Suyoto dan Carsa Hamdani terlihat sedang memilah sampah medis bercampur dengan sampah biasa di TPA Burangkeng, Kabupaten Bekasi Provinsi Jawa Barat pada Selasa, 19 Oktober 2021.
Masker bedah, sarung tangan, alat pelindung diri dan kantong ditemukan berserakan diantara sampah rumah tangga di tempat pembuangan sampah.
Dalam unggahan tersebut juga terlihat tumpukan bekas tabung sample darah teronggok disana.
Dikhawatirkan tumpukan sampah bekas medis tersebut mengakibatkan pemulung dan penduduk sekitar dapat terinfeksi virus corona.
Lonjakan konsumsi plastik dan kemasan selama pandemi menghasilkan tumpukan sampah. Akan tetapi karena ketakutan akan Virus Covid 19 membuat proses daur ulang berhenti. Beberapa bahan yang dapat digunakan kembali akhirnya dibuang ke tempat pembuangan sampah.
Foto tersebut kemudian viral di akun sosial media Bekasi. Mereka meunggah ulang postingan akun @garrylotulung
Berbagai komentar dari warganet mengisi kolom postingan yang di unggah ulang dalam beberapa akun Instagram lain.
“ Usut ajalah, habis dapat untung besar, limbah virus tidak mau diolah sendiri,” sahut akun @cangcimen.p***
Bahkan ada pula diantara warganet yang berasumsi alat medis yang tak layak pakai digunakan.
“ Dulu saya masih kecil suka main suntik suntikan ternyata saya baru tahu di ambil dari sini sampah medis, dipungut terus diperjualbelika sama anak anak kecil,” komen akun @edi_2***
Sementara mengutip dari situs Kemenkes tentang Pedoman Pengelolaan Sampah Medis, sampah limbah b3 medis seharusnya dibuang pada tempat khusus dengan tata cara yang telah ditentukan.
Limbah B3 Medis Padat meliputi: masker bekas, sarung tangan bekas, perban bekas, tisu bekas, plastik bekas minuman dan makanan, kertas bekas makanan dan minuman, alat
suntik bekas, set infus bekas, Alat Pelindung Diri bekas, sisa makanan pasien dan
lain-lain, berasal dari kegiatan pelayanan di UGD, ruang isolasi, ruang ICU, ruang
perawatan, dan ruang pelayanan lainnya.
Berita Terkait
-
1.354 Hektare Sawah Bekasi Dilanda Kekeringan
-
Korban Tolak RJ, Sidang Kasus Pengeroyokan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Berlanjut
-
Hamparan Eceng Gondok Selimuti Kali Blencong di Bekasi
-
Dulu Incar Kursi DPRD, Eks Caleg Bekasi Kini Jadi Otak Pembunuhan Sadis WN Korea!
-
Viral Pemotor di Cikarang Tabrak Penyapu, Pura-pura Menolong Lalu Kabur Sambil Buang Sandal Korban!
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
- 25 Pengemis Haji Gocap di Kebayoran Baru Dikirim ke Panti Sosial
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Transformasi Mulai Berdampak, BRI Cetak Laba Rp31,2 Triliun hingga Juni 2026
-
Ayah dan Anak Tewas Akibat Ledakan Gas di Cikarang
-
Produsen Keju Nasional Gandeng Perusahaan Prancis, Industri Keju Indonesia Naik Kelas
-
Pria Asal Bekasi Diciduk Polisi Usai Ajak Kepung DPR
-
Polisi Cegat Massa Aksi di Stasiun Kereta: Pelajar SMP-SMA Jadi Target