SuaraBekaci.id - Anggota DPRD Kota Bekasi mengkritis anggaran pembuatan Naskah Akademik (NA) Rancangan Peraturan Daerah Kota Bekasi.
Ketua Badan Pembentukan Daerah atau Bapemperda (dahulu Banleg) juga Angggota Komisi I DPRD Kota Bekasi Nicodemus Godjang menyebut angaran pembuatan satu naskah Perda Pemerintah Kota Bekasi sekitar Rp200 juta.
"Sedangkan dalam setahun saja bisa ada sepuluh perda NA yang diajukan, hitung saja, itu cuma untuk selembar kertas pembuatan peraturan daerah," ujarnya.
Nicodemus Godjang pun meradang saat mendapati sejumlah Perda yang telah dibuat namun tidak dijalankan.
"Sudah bikinnya mahal, tapi tidak dijalankan, buang-buang uang rakyat," tegasnya.
Dia pun meminta Kepala Bagian Hukum Pemerintah Kota Bekasi untuk membuat daftar Perda ganda, perda kadaluarsa.
"Contohnya saja perda Toko Modern, itu perda toko modern saja dan perda jadwalnya bisa ada 2 perda berbeda, belum lagi perda perumahan yang dijadikan tempat usaha. Ini ada beberapa point perda ganda kan buang-buang uang, tapi tidak dijalankan," tegasnya.
Sebelumnya diberitakan, DPRD Kota Bekasi mengkritisi salah satu Perda Wali Kota Bekasi, salah satunya Toko Modern yang seharusnya berjarak 500 meter.
Namun yang terjadi di Kota Bekasi, Nicodemus Gojang mengatakan, banyak Indomaret Alfamart yang saling berdekatan.
Baca Juga: Indomaret Alfamart Berdekatan, Peraturan Kota Bekasi Dianggap Tidak Jelas
Tag
Berita Terkait
-
BRI Consumer Expo 2026 Hadir di Grand Wisata, Intip Promo Rumah dan Kendaraan Impian
-
Bukan Sitaan Kasus BGN! Motor Trail Terbengkalai di Lahan Kosong Bekasi Ternyata Proyek Kemhan
-
KDM Lantik Asep Surya Atmaja Jadi Bupati Bekasi Definitif Hari Ini
-
Liga Wanita Indonesia Kembali Bergulir, Enam Klub Siap Bersaing
-
Tim SAR Sisir Kalimalang hingga 1 Kilometer, Ramadhan Masih Belum Ditemukan
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Sepatu Lari Buatan Lokal Unjuk Gigi di Berlin dan Chicago Marathon
- Bisakah Bedak Marcks dan Air Mawar Viva untuk Mengunci Makeup? Begini Caranya
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Rp1 Triliun, Tegaskan Optimisme Pertumbuhan
-
Asep Surya Atmaja Pimpin Kabupaten Bekasi hingga 2030
-
BRI Perluas Kemitraan Internasional, Buka Akses Pasar Global bagi Korporasi dan UMKM Indonesia
-
Polisi Tembak Polisi: Bharada Andika Resmi Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana
-
Misteri Aliran Dana Rp250 Juta ke PCNU, Begini Penjelasan KPK