SuaraBekaci.id - Jika tubuh kekurangan protein dapat diketahui dari beberapa hal terjadi pada tubuh. Beberapa diantaranya tubuh lemah, susah tidur atau insomnia.
Butuh protein untuk memperbaiki, membangun, serta mengoksidasi tubuh. Protein juga berperan penting sebagai kunci dalam proses produksi enzim yang berfungsi mencerna makanan.
Selain itu, protein juga menjadi bagian penting dari regulasi dan produksi hormon. Sedangkan, asam amino sebagai penyusun dasar protein.
Merangkum dari berbagai sumber, ada 22 jenis asam amino, dan 9 jenis diantaranya asam amino esensial. Hal ini berarti protein harus mereka konsumsi lantaran tubuh tak mampu memproduksinya.
Sementara, untuk mengetahui berapa banyak kebutuhan protein sebenarnya tergantung pada individunya. Seperti kesehatan, berat badan, jenis kelamin, serta tingkat aktivitasnya.
Kamu bisa memenuhi kebutuhan asupan protein dalam tubuh dari tempe, greek yogurt, daging kalkun, dan salmon.
Jika kamu merasa khawatir, mungkin hal itu karena kekurangan protein. Ahli gizi diet dan instruktur koki pada Institut Pendidikan Kuliner, Susan Greeley, menyoroti 10 ciri dari gejala tubuh kekurangan protein.
Ini mungkin sebagai cara tubuh dalam memberi tahu kamu untuk menggunakan protein dalam makanan. Berikut ciri-cirinya yang penting untuk kamu ketahui.
10 Ciri Tubuh Kekurangan Protein
Baca Juga: Insomnia? Coba Makan Ini
1. Badan Lemah dan Lesu
Badan terasa lemah dan lesu menjadi salah satu ciri tubuh kekurangan protein. Karena protein merupakan makronutrien yang memasok energi ke dalam tubuh.
Saat tubuh kekurangan kalori dan protein, maka rasa lemah dan juga lelah kerap menjadi tanda kalau tubuh kekurangan asupan protein.
2. Luka Lambat Sembuh
Proses penyembuhan luka yang lambat menjadi salah satu ciri tubuh kekurangan protein. Jika protein di dalam tubuh menurun, maka penyembuhan luka akan terganggu.
Bahkan pembentukan kolagen pun menjadi terganggu, dan luka yang ada juga akan semakin parah.
3. Kekuatan dan Massa Otot Berkurang
Berkurangnya kekuatan massa otot biasanya berkaitan erat dengan usia. Namun hal ini pun dapat terjadi di semua usia akibat kekurangan gizi, penyakit, gangguan makan, dan lainnya.
Menurunnya kekuatan dan massa otot menjadi ciri tubuh kekurangan protein. Hal tersebut seiring dengan pertambahan usia.
Untuk membantu menjaga massa otot, kebutuhan protein bagi orang dewasa bisa meningkat setelah usia seseorang menginjak 70 tahun. Karena itulah, olahraga juga penting untuk membantu menjaga massa otot.
4. Perubahan Suasana Hati
Ciri tubuh kekurangan protein salah satunya karena perubahan suasana hati. Ketika tubuh kekurangan pasokan asam amino dan protein terbatas akan berdampak negatif terhadap fungsi otak.
5. Tulang Melemah
Kondisi tulang yang lemah bisa menyebabkan seseorang mengalami patah tulang. Terutama mereka yang sudah lanjut usia.
Dukungan, pembentukan, serta perbaikan kolagen dalam berbagai kehidupan terganggu oleh kekurangan protein. Semua masalah tersebut sangat berkaitan.
6. Rambut Rontok
Rambut yang rontok juga menjadi ciri tubuh kekurangan protein. Hal itu terkait dengan status zat besi yang terkandung di dalamnya. Terutama makanan jenis kacang-kacangan dan daging.
7. Kulit Kering dan Kuku Rapuh
Kulit yang kering dan kondisi kuku rapuh juga termasuk ciri tubuh kekurangan protein. Biasanya kuku yang kering dan rapuh terlihat pada tingkat protein yang lebih parah. Namun hal ini kerap terjadi pada lansia.
8. Sering Terasa Lapar dan Ngidam
Saat kurang mengonsumsi protein, rasa lapar biasanya akan meningkat. Atau mengidam lantaran tubuh memancing nafsu makan agar bisa mendapatkan apa yang dibutuhkan tubuh.
9. Susah Tidur atau Insomnia
Penelitian menunjukan adanya asupan triptofan yang meningkat. Hal ini akan menyebabkan seseorang terganggu kualitas tidurnya.
10. Sering Terinfeksi Akibat Sistem Kekebalan Tubuh Lemah
Kekurangan protein akan merusak fungsi sistem kekebalan tubuh. Karena mekanismenya berkaitan erat dengan asam amino ketika membentuk antibodi, serta mengatur respons sistem imun.
Itulah beberapa ciri jika kita kekurangan protein. Agar bisa terhindar dari semua masalah tersebut, perhatikan asupan makanan yang Anda konsumsi setiap harinya. (R3/HR-Online)
Berita Terkait
-
9 Menu Sahur Sat-Set tapi Tetap Sehat untuk Ibu Hamil, Kaya Protein dan Serat!
-
Pakan Komplit Fermentasi Jadi Solusi Menuju Swasembada Susu dan Daging Nasional
-
Latihannya Sudah Keras Tapi Otot Tak Kunjung Besar? Cek 5 Kesalahan Fatal Ini Sekarang
-
5 Susu Penambah Berat Badan Tinggi Protein Rekomendasi Ahli Gizi, Waspada Produk Abal-abal
-
Bahaya 'Siang Ngantuk, Malam Melek' Lebih Serius dari yang Kamu Kira! (Menarik karena menakutkan)
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Pelatih asal Spanyol Sebut Persib Bandung Kandidat Juara, Kedalaman Skuad Tak Tertandingi
Pilihan
-
Belanja Rp75 Ribu di Alfamart Bisa Tebus Murah: Minyak Goreng Rp36.900 hingga Sirup Marjan Rp6.900
-
Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: AS-Israel Akan Bayar Darah Para Syuhada
-
Abu Janda Maki Prof Ikrar di TV, Feri Amsari Ungkap yang Terjadi di Balik Layar
-
Resmi Ditahan, Yaqut Diduga Terima Fee dari Jemaah Daftar Bisa Langsung Berangkat Haji
-
Resmi Ditahan, Gus Yaqut Lebaran di Rutan KPK
Terkini
-
Presiden Beri Arahan pada Danantara Indonesia untuk Perkuat Fondasi Pembangunan Ekonomi Nasional
-
Zulkifli Hasan: Tumpukan Sampah di TPST Bantargebang Seperti Gedung 17 Lantai
-
Karyawan SPBU Dibekap, Diikat, dan Dipukuli Komplotan Perampok
-
Jangan Sampai Hipoglikemia! Tips Khusus Dokter untuk Pemudik Penyandang Diabetes
-
Profil Mojtaba Khamenei Pemimpin Tertinggi Baru Iran, Disebut Trump Tidak Akan Berumur Panjang