SuaraBekaci.id - Foto jaman dahulu (jadul) Jembatan Tapal Batas Karawang-Bekasi menarik perhatian warganet. Jembatan tapal batas Karawang-Bekasi diketahuhi sebagai saksi bisu perjuangan Indonesia melawan Belanda di perbatasan Karawang-Bekasi.
Jembatan ini juga terkenal dengan nama jembatan Jembatan Sasak Bojong. Jalur penghubung masyarakat lintas Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi menuju atau dari Renggas Dengklok Karawang.
Sebuah akun instagram mengunggah foto lawas jembatan tersebut. "Dulu,di tahun 1947 jembatan- nya sepi karena memang penduduk masih sepi dan masih jaman perang pula.Dijaman Now jembatan – nya juga sepi,karena sudah ada jembatan baru di sebelahnya.."
Begitulah sebagian isi dari caption unggahan akun Instagram @infokrw yang memperlihatkan penampakan jembatan di Tapal batas Karawang – Bekasi.
Dalam foto yang diunggah pada hari kamis lalu dan disukai lebih dari 5 ribu warganet memperlihatkan dua panorama yang berbeda dari jembatan tersebut,yakni pada tahun 1947 silam pada bagian atas foto dan September 2021 dibawahnya.
Tampak tidak ada perbedaan mencolok dari kedua foto tersebut yang menjelaskan bahwa tidak ada pula perubahan signifikan yang terjadi selama 74 tahun terakhir.
Dalam caption terakhir juga menjelaskan bahwa jembatan ini melintas di atas sungai Citarum menghubungkan wilayah Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Karawang,dibangun oleh Belanda sebagai dua jembatan kembar bersebelahan antara jembatan KA dan jembatan umum
Beberapa Warganet yang merasa mengetahui jembatan tersebut mengemukakan alasan mengapa warga jarang menggunakan jembatan itu.
“ Jembatan yg sebelahnya (sebelah kiri dr arah Bekasi) sudah banyak yg pada mau patah,makanya gak dipake lagi,jadi yg dr arah Bekasi mau ke Karawang harus lawan arus “ komentar salah satu warganet
Baca Juga: HUT ke 40, PDAM Bekasi Gratiskan Sambung Ulang 30 Ribu Pelanggan
“ Kenapa tidak di perbaiki jembatan nya,biar berfungsi lagi, bersejarah kan itu” sahut yang lain memberikan usul
“ Aduhhh kl lewat nih jmbatan banyak lobang ma tambelan “curhat akun bernama ronald_wijaya23
Ada juga warganet yang justru membandingkan kondisi fisik dari jembatan tersebut ”Kayaknya lebih bersih jaman Belanda “
Selain rumor mengenai kondisi fisik yang sebenarnya tak layak dari jembatan itu,ada beberapa warganet yang justru memberikan informasi mengenai tindak kejahatan yang marak terjadi.
“Awas ada begal… “ timpal akun lain yang juga memperingatkan
Mereka berharap Jembatan bersejarah tersebut tetap dapat dipelihara dan terjaga dengan baik dan dapat menjadi salah satu fasilitas masyarakat.
Tag
Berita Terkait
-
Bantah Tak Kooperatif, Legislator Bekasi Nyumarno Sambangi KPK: Undangan Tak Sampai ke Alamat KTP
-
Giliran Rumah Kajari Kabupaten Bekasi Disegel KPK
-
Bau Busuk Ungkap ke Temuan Mengerikan di Bekasi: Kerangka Bayi Terkubur Berselimut Sweater!
-
13 Prompt Gemini AI Siap Pakai untuk Ubah Foto Jadul Jadi HD, Langsung Jelas Seketika!
-
Berapa Biaya Sewa Caddy Golf? Profesi yang Disorot gegara Foto Lawas Ahmad Sahroni
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- 5 Sampo Penghitam Rambut yang Tahan Lama, Solusi Praktis Tutupi Uban
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 4 Bedak Wardah Terbaik untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan
- Bukan Sekadar Wacana, Bupati Bogor Siapkan Anggaran Pembebasan Jalur Khusus Tambang Tahun Ini
Pilihan
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
Terkini
-
7 Fakta Viral Keluarga Miskin Pinjam Beras dan Garam untuk Makan
-
Polisi Bongkar Alasan Pelaku Bunuh Teman Sendiri di Pemakaman Bekasi
-
Momen Gibran Main Sepak Bola di Wamena Papua, Cetak Tiga Gol
-
Era Gratis Biskita Trans Wibawa Mukti Bekasi Berakhir, Berapa Biayanya?
-
8 Pedagang Kalibata Gulung Tikar, Total Kerugian Rp1,2 Miliar