SuaraBekaci.id - Adegan Ikatan Cinta yang dikomentari Menkopolhukam Mahfud MD hingga viral. Mahfud MD menyoroti adegan Ikatan Cinta mengenai penangkapan Mama Sarah yang mengaku bahwa ia adalah pelaku pembunuhan Roy.
Adegan Ikatan Cinta soal Mama Sarah menyerahkan diri memang sudah tayang dalam episode beberapa pekan lalu.
Dilansir Suara.com, adegan tersebut juga sempat viral dan trending di Twitter. Namun Mahfud MD baru mengulasnya sekarang, di saat PPKM sedang berlangsung.
"PPKM memberi kesempatan kepada saya nonton serial sinetron Ikatan Cinta. Asyik juga sih, meski agak muter-muter. Tapi pemahaman hukum penulis cerita kurang pas. Sarah yang mengaku dan minta dihukum karena membunuh Roy langsung ditahan. Padahal pengakuan dalam hukum pidana itu bukan bukti yang kuat," kicau Mahfud MD.
Tak selesai sampai di situ, pria 64 tahun yang memang aktif di Twitter ini sampai berpikir jauh kalau apa yang ditontonkan di sinetron tak bisa dibenarkan secara hukum.
"Pembunuh Roy adl Elsa. Sarah, ibu Elsa, mengaku sebagai pembunuhnya dan minta dihukum demi melindungi Elsa. Lah, dalam hukum pidana tak sembarang orang mengaku lalu ditahan. Kalau begitu nanti banyak orang berbuat jahat lalu menyuruh (membayar) orang untuk mengaku sehingga pelaku yang sebenarnya bebas," lanjutnya.
Beragam reaksi pun terlihat di postingan Twitter Mahfud MD.
Tak sedikit malah netizen mengkritik Mahfud MD selaku pemerintah malah asyik nonton sinetron. Salah satunya seperti netizen ini.
"Kalo sampeyan enak ppkm nongkrong dirumah aja duit mengalir, tapi rakyat jelata duduk di rumah aja yang mengalir justru air mata," kritik akun @rim***13.
Baca Juga: Daftar Bantuan Pemerintah Selama PPKM Darurat: PKH, Sembako, hingga BLT Desa
"Saya sebagai salah satu penggemar bapak, mohon lebih peka. Disaat orang kaya menikmati PPKM dengan santai di rumah. Rakyat jelata tengah berjuang untuk tetap bertahan agar terhindar dari penyakit lapar dan tagihan angsuran," timpal netizen lainnya.
"Nonton sinetron ikatan cinta sambil nikmatin gaji bulanan.... Coba tengok itu rakyat yang harus bentrok dengan satpol PP karena berusaha untuk usaha mencukupi kebutuhan sehari-hari," tambah yang lainnya.
Berita Terkait
-
Mahfud MD Ungkap Isi Obrolan dengan Jokowi di Kondangan Soimah: Gak Ada Bahas Politik
-
Mahfud MD Bongkar Fenomena 'Peradilan Sesat': Hakim Bisa Diteror hingga Dijanjikan Promosi Jabatan
-
Singgung Kasus Tom Lembong hingga Nadiem, Mahfud Ungkap Bahaya Intervensi Politik di Hukum RI
-
Mahfud Tegaskan Gaya Militer Tak Cocok dalam Budaya Polri, Ini Penjelasan Lengkapnya
-
Mahfud Sebut Diskusi Reformasi Polri dengan Prabowo Berlangsung Hangat dan Mengasyikkan
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
Terkini
-
Libur Panjang Isa Al-Masih: Simak Jadwal One Way di Jalur Puncak Bogor Terbaru
-
Juri LCC Empat Pilar Kalbar Berpihak? Ini Penjelasan Sekjen MPR RI
-
Alarm Darurat! 80 Ribu Anak di Bawah 10 Tahun Terpapar Judi Online, Menkomdigi: Ini Kehancuran!
-
Update Investigasi Kecelakaan Maut Kereta Api Bekasi: KNKT Ungkap Peran 'Black Box' Taksi Listrik
-
Samsung Perkuat Ekosistem Galaxy AI melalui Galaxy S26 Series dan Galaxy Buds4 Series