Mengutip dari panduan resmi yang dikeluarkan IDAI, berikut hal yang harus dilakukan dan diperhatikan saat anak sedang melakukan isolasi mandiri.
Syarat isolasi mandiri dilakukan bagi anak apabila anak tidak bergejala (asimptomatik) atau memiliki gejala ringan seperti batuk, pilek, demam, diare, muntah, ruam-ruam.
Selama isolasi mandiri berlangsung, kondisi anak harus dalam keadaan aktif. Anak juga bisa melakukan makan dan minum.
Menerapkan etika batuk kepada anak, yaitu menutup mulut dan hidung dengan tisu atau dengan lengan atas bagian dalam saat batuk.
Desinfeksi ruangan juga wajib dilakukan para orang tua di area rumah yang sering disentuh oleh banyak orang, seperti gagang pintu, kran, toilet, wastafel, saklar, meja, dan kursi.
Orang tua wajib memantau gejala dan keluhan yang dirasakan oleh anak. Pemeriksaan suhu tubuh dilakukan dua kali sehari, pagi dan malam hari.
Lingkungan rumah dan kamar diharapkan memiliki ventilasi yang baik agar terjaga sirkulasi udara dengan baik.
Orang tua dapat tetap mengasuh anak yang positif, namun disarankan para orang tua memiliki risiko rendah terhadap gejala berat Covid-19.
Jika ada anggota keluarga lainnya yang positif, maka dapat diisolasi bersama anak. Apabila orang tua dan anak berbeda status Covid-19, disarankan berikan jarak tidur 2 meter atau tidur di kasur terpisah.
Baca Juga: Gibran Murka Setelah Lihat Pasien Covid-19 Asyik Nongkrong di Wedangan
Berikan dukungan psikologis pada anak sangat penting dilakukan oleh para orang tua.
Bagi bayi sehat dari Ibu suspek Covid-19 dapat dirawat dengan bergabung dan menyusu langsung dengan mematuhi protokol pencegahan secara tepat.
Jika kondisi Ibu yang suspek Covid-19 tidak memungkinkan merawat bayinya, maka keluarga lain yang berkompeten dan tidak terinfeksi dapat merawat bayi, termasuk membantu pemberian ASI perah selama Ibu dalam perawatan.
Protokol kesehatan juga wajib diterapkan selama melakukan isolasi mandiri bagi anak.
Para orang tua wajib segera membawa anak ke rumah sakit apabila menemukan gejala:
- Anak banyak tidur
- Napas cepat
- Ada cekungan di dada, hidung kembang kempis
- Saturasi oksigen <95%
- Mata merah, ruam, leher bengkak
- Demam > 7 hari
- Kejang
- Tidak bisa makan dan minum
- Mata cekung
- Buang air kecil berkurang
- Terjadi penurunan kesadaran
Alat yang wajib disiapkan orang tua selama melakukan isolasi mandiri bagi anaknya adalah termometer dan oxymeter sebagai pengukur saturasi oksigen dan frekuensi nadi.
Berita Terkait
-
Kerajaan-kerajaan yang Ada di Tatar Sunda
-
Polda Jabar Bongkar Kasus Penipuan Dapur MBG, Modus Catut Nama BGN dan Jual Koordinat SPPG
-
Renovasi Stadion Pakansari Dikebut Jelang Piala AFF 2026
-
Provinsi Jawa Barat Diisukan Mau Ganti Nama, Apa Arti Tatar Sunda?
-
Dedi Mulyadi Panen Kritik, Gelar Kirab Bak Raja di Tengah Ekonomi Tercekik
Terpopuler
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
- Bawa Energi Positif, Ini 7 Warna Cat Tembok yang Mendatangkan Hoki Menurut Feng Shui
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Merasa Difitnah, Plt Bupati Bekasi Laporkan Akun TikTok 'Bekasi Masih Kusut' ke Polisi
-
Kecelakaan Kereta Bekasi Timur, Menhub Dudy: Jangan Berspekulasi Sebelum Ada Fakta
-
Edarkan Tramadol dan Hexymer, Tiga Pelaku di Bekasi Diciduk Polisi
-
Bekerja di Tempat Katering, Gadis 13 Tahun di Cikarang Jadi Korban Kekerasan Seksual
-
Dini Hari Mencekam di Cikarang, 4 Remaja Bawa Celurit Diamankan Polisi