Secara keseluruhan, para peneliti menguji 33 bahan berbeda yang dapat diakses secara komersial, termasuk kain tenun satu lapis seperti katun dan poliester tenunan, kain campuran, bahan bukan tenunan, bahan berbasis selulosa, bahan yang biasa ditemukan dan digunakan di rumah sakit, dan berbagai bahan filter.
"Kami belajar bahwa ada banyak variabilitas dalam kinerja filtrasi bahkan dalam jenis material yang sama," kata Ng, seperti dilansir dari laman Eurekalert.
"Kami menemukan bahan yang tersedia secara komersial yang memberikan tingkat penolakan partikel submikron yang dapat diterima sambil tetap mempertahankan hambatan aliran udara yang mirip dengan masker bedah," kata Ryan Lively, seorang profesor di Sekolah Teknik Kimia dan Biomolekuler.
"Bahan-bahan ini menggabungkan kepadatan serat kain, struktur seperti labirin, dan kimia permukaan serat untuk secara efektif menolak partikel submikron," katanya.
Bahan terbaik untuk masker buatan sendiri adalah tirai anti tembus pandang dan pembungkus sterilisasi yang banyak digunakan untuk mengemas instrumen bedah. Kedua bahan tersebut tersedia secara komersial.
Para peneliti mengatakan orang harus menghindari penggunaan filter seperti HEPA / MERV atau kantong vakum, kecuali mereka disertifikasi bebas fiberglass, karena seringkali filter seperti itu sendiri dapat melepaskan serat kaca yang dapat dihirup. Bahan lain yang harus dihindari untuk masker termasuk bahan rajutan longgar, felt, fleece, atau tas belanja mengkilap yang bisa digunakan kembali.
Masker berlapis-lapis berkinerja jauh lebih baik daripada masker satu lapis, tetapi orang harus memperhatikan kemampuan bernapas. Masker dua lapis dan tiga lapis yang diuji menunjukkan efisiensi penyaringan keseluruhan sekitar 50% untuk partikel submikron. Penyesuaian masker juga penting karena partikel dapat dengan mudah keluar melalui celah di hidung atau melalui sisi masker.
Analisis menunjukkan bahwa masker yang dipasang dengan benar dan berlapis-lapis menolak 84% partikel yang dikeluarkan oleh seseorang ketika satu orang memakainya. Dua orang yang mengenakan jenis masker ini mengurangi transmisi partikel hingga 96%.
Hasil akhir dari penelitian ini adalah pentingnya pemakaian masker secara universal.
"Cara terbaik untuk melindungi diri kita sendiri dan orang lain adalah dengan mengurangi partikel yang dihembuskan pada sumbernya, dan sumbernya adalah wajah kita," kata Ng, menambahkan.
Baca Juga: Banyak Pasien Covid-19 Isolasi Mandiri, Demokrat DKI: Kita Harus Saling Bantu
Dia optimis bahwa temuan ini akan memotivasi orang untuk lebih luas merangkul pemakaian masker jika mereka sakit dan perlu tampil di depan umum.
Berita Terkait
-
Waspada WhatsApp Kena 'Account in Review', Segera Atur Privasi Grup Biar Orang Asing Tak Bisa Add
-
Meta Business Agent Resmi Hadir di Indonesia, AI WhatsApp Bisa Jawab Chat hingga Bantu Jualan 24 Jam
-
WhatsApp Tiba-tiba Eror dan Muncul Tulisan 'Account in Review', Begini Cara Memulihkannya!
-
Apakah Smartwatch Bisa untuk WA? Ini 5 Merk yang Mendukung WhatsApp
-
WhatsApp Hadirkan Panggilan Langsung di Browser, Meta Perluas Inovasi Komunikasi Tanpa Aplikasi
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Bersama Danantara, BRImo Dorong Inklusi Keuangan hingga 49,7 Juta Pengguna
-
BRI Peduli Dampingi UMKM Desa Brilian Hargobinangun agar Makin Berdaya dan Naik Kelas
-
Danantara dan BRILink Agen, Gerakkan Ekonomi hingga Pelosok Negeri
-
BRI Pimpin Sinergi Himbara di Danantara Housing Expo 2026, Dorong Akses KPR Masyarakat
-
Perintah Prabowo ke PLN-Pertamina : Segera Pangkas Anak-Cucu Perusahaan