SuaraBekaci.id - Pakaian dalam asal Amerika bisa bersih tanpa sendiri tanpa perlu dicuci. Pakaian dalam yang diklaim sebagai yang terbersih di dunia itu dikeluarkan sebuah brand asal Minnesota, Amerika Serikat, HercLeon.
HercLeon sempat mencuri perhatian dengan menciptakan kaus, kaus kaki, dan sprei yang bisa bersih sendiri tanpa dicuci. Pada Februari lalu, HercLeon meluncurkan pakaian dalam bernama Kribi yang juga tidak perlu dicuci.
Pakaian dalam tersebut tak perlu dicuci karena Kribi dibuat dari bahan revolusioner bernama HercFiber yang dapat terus menerus membunuh bakteri. HercFiber sendiri dibuat dari campuran serat bambu, tembaga, eucalyptus, dan beechwood.
Tembaga tersebut lah yang berfungsi memperlambat pertumbuhan bakteri dan menghilangkannya dari pakaian dalam Kribi.
"Kribi terus menerus menghancurkan semua bakteri dan tetap bersih," kata perwakilan HercLeon, seperti dilansir dari laman AyoJakarta.com.
Terdapat cara untuk merawat pakaian dalam kribi. Yakni, dengan cara dijemur atau dibiarkan terkena angin selama beberapa jam setelah dipakai seharian. Jika sudah, kribi akan kembali segar seperti semula.
Sementara itu, ide membuat produk ini dicetuskan oleh Pendiri sekaligus Direktur Kreatif HercLeon, Wenceslaus Muenyi.
Ide tersebut muncul saat sedang melakukan perjalanan di Islandia. Dia menyadari bahwa pakaian dalam yang dibawanya mulai bau.
Wenceslaus pun mencari solusi untuk masalah ini dan mulai memikirkan konsep pakaian dalam yang tahan bau tanpa harus dicuci.
Baca Juga: Orator Aksi Bela Palestina di Depan Kedubes AS: Musnahkan Israel
Alhasil, ia pun menciptakan ide bahan HercFiber dan membuat Kribi. Meski sudah memakai bahan HercFiber, Kribi masih rentan terhadap bakteri penyebab bau. Hanya saja, bau tersebut tidak akan bertahan lama di Kribi, seperti pada pakaian dalam berbahan kapas atau poliester.
Berita Terkait
-
Iran Gertak Amerika Bakal Hadapi Perang Panjang Jika Trump Nekat Menyerang Lagi
-
Gugatan Rp156 Triliun Donald Trump Terkait Isu Jeffrey Epstein Ditolak!
-
Stok Minyak AS Menipis dan Harga Brent Meroket, Rencana Pasokan UEA Jadi Pertaruhan RI
-
Amerika Evakuasi Diplomat dari Arab Saudi Usai Bandara Riyadh Dihantam Rudal Houthi
-
Barack Obama Turun Gunung, Sebut Donald Trump 'Rekor Terburuk' Presiden AS
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Polresta Bogor Minta Maaf soal Intimidasi Jurnalis, Anggota Polisi Dijatuhi Sanksi
-
Seret Nama Pejabat ATR/BPN hingga Politisi, Ini Fakta Terbaru Kasus Korupsi Summarecon
-
Bikin Polusi Udara Parah, Pabrik Arang di Bekasi Disegel
-
Waketum MUI Jadi Saksi Meringankan Dugaan Korupsi Haji Eks Menag Yaqut Cholil
-
26 Sengketa Pilkades Bekasi, Dugaan Ijazah Palsu Mendominasi