SuaraBekaci.id - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta para tenaga kesehatan kembali bekerja melaksanakan vaksinasi Covid-19 yang sempat terhenti dua hari karena libur Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah.
Budi memastikan jumlah stok vaksin Covid-19 saat ini masih mencukupi untuk kebutuhan vaksinasi hingga Juni 2021.
"Sesudah kita agak mengurangi laju vaksinasi karena kurangnya jumlah vaksin di akhir April dan juga masuk bulan ramadan dan lebaran, ini saatnya kita genjot kembali vaksinasi," kata Budi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/5/2021).
Secara khusus, dia meminta vaksinasi diprioritaskan kepada kelompok lanjut usia atau lansia terlebih dahulu untuk menghindari resiko kematian jika lonjakan kasus pasca-lebaran terjadi.
"Tolong pastikan kita utamakan para lansia, kalau kita lihat tadi, salah satu daerah yang naik angka kematian lansianya itu di Yogyakarta, karena Yogyakarta banyak lansia dan mereka banyak yang belum divaksinasi. Karena banyak yang masuk RS dan wafat adalah orangtua kita. Itu harus kita lindungi," jelasnya.
Sementara, para lansia di DKI Jakarta dan Bali tercatat sudah cukup tinggi angka vaksinasi Covid-19 untuk lansianya.
"Pastikan vaksinasinya ditingkatkan lagi, diperbanyak lagi terutama untuk para lansia sebab merekalah yang paling rentan. Tingkat masuk RS tinggi dan fatal," ucap Budi.
Diketahui, total sasaran vaksinasi tahap 1 dan 2 yang terdiri dari kelompok tenaga kesehatan, lansia, dan petugas pelayan publik ada sebanyak 40.349.049 orang.
Jumlah nakes yang sudah divaksin dosis pertama ada 1.502.772 orang (102,32 persen) dan dosis kedua sebanyak 1.369.379 orang (93,23 persen) dari total 1.468.764 sasaran.
Baca Juga: Doni Monardo: Masyarakat Bisa Tenang Jika Juni Tak Ada Lonjakan COVID-19
Jumlah nakes yang sudah divaksin dosis pertama ada 2.803.387 orang (13,01 persen) dan dosis kedua sebanyak 1.859.645 orang (8,63 persen), masih jauh dari total 21.553.118 sasaran.
Lalu Jumlah petugas publik yang sudah divaksin dosis pertama ada 9.496.079 orang (54,80 persen) dan dosis kedua sebanyak 5,837,264 orang (33,69 persen) dari total 17.327.167 sasaran.
Berita Terkait
-
Skandal Sertifikat Vaksin Covid-19 Palsu, Granit Xhaka Kena Denda Rp3,2 Miliar
-
Kisah Sukses Zulhaida Sitanggang, Mampu Sulap Sampah Pasar Jadi Usaha Beromzet Jutaan Rupiah
-
Menkes Ungkap Kendala Tangani Korban Gempa NTT, Warga Masih Pilih Pengobatan Tradisional
-
Menkes Pastikan Iuran BPJS Kesehatan Tak Naik Meski Ada Defisit
-
Daerah Masih Kekurangan Dokter, Menkes Nilai AI Belum Bisa Jadi Solusi
Terpopuler
- Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-Tiba Muncul di Layar HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- 4 Moisturizer Skintific untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
Terkini
-
26 Sengketa Pilkades Bekasi, Dugaan Ijazah Palsu Mendominasi
-
Hampir 500 Petinju Ramaikan Kejurnas 2026, Hillary Brigitta Lasut Soroti Perjuangan Atlet
-
Kali Harun Menyusut Jadi 1 Meter, 4 Rumah Jadi Kendala Normalisasi
-
Pertina Akui Sulit Cari Bibit Petinju Kelas Berat, Berharap MBG Bantu Tumbuh Kembang Anak
-
BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Rp1 Triliun, Tegaskan Optimisme Pertumbuhan