SuaraBekaci.id - Ferdinand Hutahaean memberikan tanggapan soal Ustadz Abdul Somad atau UAS galang dana beli kapal selam untuk mengganti KRI Nanggala-402.
Ferdinand Hutahaean mengatakan, ide tersebut bagus jika didasari hati yang bersih dan tulus. Namun, kata dia, niat tersebut sulit dan hampir tak mungkin terwujud.
Ferdinand menyampaikan hal tersebut melalui cuitan di akun twitternya @FerdinandHaean3.
"Kita hargai niat beliau untuk menggalang dana beli kapal selam yang katanya untuk mengganti Nanggala 402. Ide ini bagus apalagi kalau dasarnya hati yang bersih dan tulus, semoga begitu. Tapi sayangnya niat ini sesuatu yang sulit dan hampir tak mungkin terwujud," demikian cuitan Ferdinand Huatahaean.
Pada cuitan selanjutnya dia juga menyatakan bahwa pengumpulan dana publik yang dilakukan UAS dapat bermasalah secara hukum.
"Pengumpulan dana publik ini nanti bisa jadi bermasalah secara hukum karena hampir pasti tak akan bisa terwujud atau tercapai untuk membeli sebuah kapal selam kecuali empek-empetk kapal selam. Idenya bagus, tapi apakah niatnya bersih bukan untuk mengejek? Saya ngga tau," cuitnya.
Sebelumnya, UAS dalam unggahan media sosialnya mengajak rakyat Indonesia patungan membeli kapal selam pengganti Nanggala 402.
Tag
Berita Terkait
-
Misteri Kapal Selam Tanpa Awak di Lombok, TNI AL Selidiki Asal-usulnya
-
Latihan Gabungan, Kapal Selam Rusia hingga Korvet Gromky bersandar di Jakarta
-
Bocor! China Bikin Peta Laut hingga Indonesia untuk Hadapi AS di Perang Dunia III
-
Kapal Selam AS Tenggelamkan Kapal Perang Iran di Samudera Hindia
-
Ferdinand: Polri Tetap di Bawah Presiden, Jangan Kerdilkan Institusi
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Sengketa Pipa Limbah Jababeka dan MAP, Jadi Alarm Kepastian Investasi di Kawasan Industri
-
Bukan Sekadar Event, Ini Cara Specteve Membuktikan Bekasi Punya Identitas Kultural
-
Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Dugaan Eksploitasi Anak
-
Kemendagri Percepat Dokumen Kependudukan Keluarga Korban Kecelakaan KRL
-
Tersangka Pencabulan 50 Santriwati di Pati Belum Ditahan, KPAI: Pelaku Harus Dihukum Berat!