SuaraBekaci.id - Oknum linmas perkosa gadis tunarungu di Kuburan Jati, Kelurahan Duren Jaya, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat. Oknum linmas berinisial SB tersebut memerkosa gadis tunarungu berinisial NS (20).
Kabiro Hukum GMBI Kota Bekasi yang merupakan Kuasa Hukum NS, Herli mengatakan, perisitwa oknum linmas perkosa gadis tunarungu di kuburan Jati terjadi pada Rabu (17/3/2021).
Dia mengatakan, peristiwa bermula ketika korban meninggalkan rumah sekitar pukul 18.00 WIB selepas salat maghrib. Ibu korban, kata dia, berpesan agar anaknya tidak pulang malam-malam.
Kemudian, NS pulang bermain sekitar pukul 21.00 WIB. Dalam perjalanan pulang, dia bertemu seorang pria yang mengaku teman korban dan mengajak gadis itu untuk berkeliling sampai sekitar pukul 00.00, Kamis (18/3/2021).
Setelah itu, pria tidak dikenal itu membawa NS ke kontrakannya. Di sana, pria tersebut berusaha memerkosa NS.
NS melawan dan berlari dari kontrakan tersebut hingga bertemu dengan pelaku kedua yang merupakan oknum Linmas di Duren Jaya, Bekasi Timur, Kota Bekasi berinisial SB.
Saat itu, SB berusaha menolong NS dengan meneriaki pria tidak dikenal tersebut. Hal itu membuat pria tidak dikenal itu melarikan diri dan NS datang ke arahnya.
Kemudian, SB memberikan NS minuman yang ternyata merupakan minuman beralkohol yang telah dicampur dengan pil. NS yang tidak tahu apa-apa kemudian menenggak minuman itu hingga dia lemas tak sadarkan diri.
Selanjutnya, oknum Linmas itu membawa SB ke Kuburan Jati di Duren Jaya. Di sana, dia meminta agar SB menanggalkan pakaiannya.
Baca Juga: Berkunjung ke Museum Digital Gedung Juang Bekasi
SB sempat melawan, namun karena lemas usai mengkonsumsi minuman keras dia tidak dapat melakukan perlawanan. Oknum linmas Duren Jaya itu langsung melucuti pakaian gadis tunarungu tersebut dan melakukan aksi bejatnya.
Aksi oknum linmas itu kepergok petugas Pokdar setempat hingga akhirnya dia dipanggil oleh pengurus RT dan RW setempat.
Selanjutnya, kata Herli, korban bersama oknum linmas, orangtua korban dan pengurus RT menuju ke Polres Metro Bekasi Kota.
"Cuma memang karena orang tua korban dalam kondisi panik dan korban belum bisa memberikan keterangan sejelasnya akhirnya dibuat pernyataan di hadapan polisi, dibuat pernyataan bahwa pihak korban tidak akan menuntut di kemudian hari," katanya saat dihubungi SuaraBekaci.id, Selasa (30/3/2021).
Pada Kamis (18/3/2021) pagi, korban baru sadarkan diri dan bisa bercerita. Dia menceritakan dua peristiwa yang menimpanya ke orangtuanya.
Orangtua korban pun langsung membawa korban ke rumah sakit untuk dilakukan visum. Setelah itu mereka mendatangi Biro Hukum GMBI Kota Bekasi untuk mendapatkan pendampingan.
Berita Terkait
-
KPK Sebut Ketua PDIP Jabar Diduga Kecipratan Duit Kasus Ijon Proyek Bekasi, Berapa Jumlahnya?
-
Pola Korupsi 'Balik Modal Pilkada' Jerat Bupati Bekasi? KPK Cium Modus Serupa Lampung-Ponorogo
-
Ono Surono Dicecar KPK Soal Aliran Uang Korupsi Bupati Bekasi, Kapasitas Sebagai Ketua PDIP Jabar
-
Wakil Ketua DPRD Jabar Ono Surono Diperiksa KPK, Terseret Pusaran Korupsi Bupati Bekasi?
-
KPK Periksa Sekretaris Camat dan 5 Direktur Swasta dalam Kasus Korupsi Bupati Bekasi
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- 5 Mobil Diesel Bekas 7-Seater yang Nyaman dan Aman buat Jangka Panjang
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Senyaman Nmax Senilai BeAT dan Mio? Segini Harga Suzuki Burgman 125 Bekas
- 5 Sepatu Saucony Paling Nyaman untuk Long Run, Kualitas Jempolan
Pilihan
-
Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
CORE Indonesia Soroti Harga Beras Mahal di Tengah Produksi Padi Meningkat
-
Karpet Merah Thomas Djiwandono: Antara Keponakan Prabowo dan Independensi BI
-
Dekati Rp17.000, Rupiah Tembus Rekor Terburuk 2026 dalam Satu Bulan Pertama
-
IHSG Tembus Rekor Baru 9.110, Bos BEI Sanjung Menkeu Purbaya
Terkini
-
Rupiah Mendekati Rp17 Ribu per Dolar AS, 5 Hal Ini Perlu Dilakukan Warga Indonesia
-
Simak 5 Panduan Benar Unggah Foto Rumah Supaya Lolos KIP-Kuliah
-
Sosok Andy Dahananto Pilot Korban Kecelakaan ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung
-
28 KA di Jawa Batal Berangkat Akibat Banjir Jakarta dan Pantura
-
Polisi Bandung Patroli Sambil 'Jepret' Pelanggar Pakai ETLE Genggam