SuaraBekaci.id - Politikus Ferdinand Hutahaean menolak impor beras jika persediannya masih cukup. Dia menyampaikan hal itu melalui akun twitternya @FerdinandHaean3.
Ferdinand Hutahaean mengatakan, selama beberapa hari terakhir dirinya mencari data soal beras dan garam yang akan diimpor.
"Saya tidak dapat data yang akurat berapa juta ton gabah hasil pertanian kita saat ini," demikian cuitan Ferdinand Hutahaean, Minggu (21/3/2021).
Dia pun meminta Kemeterian Pertanian merilis data hasil pertanian nasional sebelum Kementerian Perdagangan melakukan impor. Dia juga menyatakan kebijakan tersebut perlu ditolak jika ketersedian beras dan gula masih mencukupi.
"Wahai @kementan tolong rilis data hasil pertanian nasional sebelum @Kemendag latah impor. Jika memang cukup, TOLAK IMPOR," tuturnya.
Berita Terkait
-
Pemerintah Putuskan Impor Garam Industri 1,1 Juta Ton, Buat Apa?
-
Pemerintah Tegaskan Tak Ada Impor Beras untuk Industri
-
Mendag Bantah Mentan soal Impor Beras Ilegal di Sabang dan Batam: Itu Kawasan Bebas!
-
Pemerintah Tak Perlu Buru-buru soal Tudingan Impor Beras Ilegal di Sabang
-
Mentan Soroti Jalur Tikus Usai Tuding Impor Beras Ilegal di Sabang dan Batam
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
-
Daftar Saham IPO Paling Boncos di 2025
Terkini
-
Siapa Dalangnya? Polda Metro Jaya Selidiki Teror Mengerikan ke DJ Donny
-
PMI Kirim 2.500 Ton Bantuan ke Sumatera
-
Usia 130 Tahun, Ini Capaian BRI dan Kontribusi untuk Negeri di Sepanjang Tahun 2025
-
Dua Penerjun Tewas di Pangandaran
-
Ribuan Buruh Jawa Barat 'Serbu' Jakarta: Tuntut KDM Batalkan Keputusan UMSK 2026