SuaraBekaci.id - Insentif nakes atau tenaga kesehatan sejak Mei sampai September 2020 belum dibayarkan sampai dengan saat ini. Wali Kota meminta maaf atas hal tersebut.
Insentif nakes yang belum dibayar itu terjadi di Kota Medan. Wali Kota Medan Bobby Afif Nasution meminta maaf kepada seluruh nakes atas hal tersebut.
Bobby berjanji persoalan itu segera diatasi mulai hari ini, Senin (15/3/2021).
"Kepada nakes di seluruh kota Medan, saya selaku wali kota Medan mewakili pemko Medan, Dinkes Medan, saya memohon maaf atas keterlambatan insentif Nakes yang terjadi dari bulan Mei hingga September," kata Bobby di Kantor Ombudsman RI Perwakilan Sumut dilansir dari Digtara.com -- jaringan Suara.com, Senin (15/3/2021).
Bobby mengatakan, pihaknya juga akan melunasi seluruh gaji nakes yang belum terbayarkan.
Dia menerangkan, dirinya menemukan adanya maladministrasi di Dinas Kesehatan (Dinkes) dalam proses pembayaran insentif nakes. Hal itu terlihat dari data nama nakes dan nomor rekening yang ditransfer yang tidak sinkron.
Pembayaran yang telah terkirim pun akhirnya terpaksa ditarik kembali.
"Terkhusus Nakes RSUD Pringadi, sudah ada pembayaran di pagi hari, sore atau malam itu ditarik lagi, karena ada 28 nakes yang namanya beda tapi noreknya sama. Inisiatif dari Dinkes, itu ditarik agar tidak terjadi kekisruhan," katanya.
Bobby mengaku telah mengintruksikan pihak terkait untuk mendata ulang agar masalah tersebut segera diselesaikan.
Baca Juga: Insentif Nakes Belum Dibayar, Walkot Penuhi Panggilan Ombudsman
"Pendataan ulang saya minta, hingga hari ini, kita bisa melakukan pembayaran. Mudah-mudahan hari ini pembayaran hingga September bisa kita lakukan. Target kita hari ini diselesaikan," katanya.
Berita Terkait
-
Mendagri Tito Jelaskan Duduk Perkara Pemkot Medan Kembalikan Bantuan Beras 30 Ton ke UAE
-
6 Fakta Wali Kota Medan Kembalikan 30 Ton Beras Bantuan UEA, Nomor 6 Jadi Alasan Utama
-
Wakil Walkot Medan Ngamuk Dapati Parkir Berlapis Dekat RSUD Pirngadi: Jangan Dibiasakan
-
Info Wak! Ini Daftar Jalan Rawan Begal di Medan, Pengendara Diimbau Waspada
-
ASN Medan Wajib Naik Transportasi Umum Setiap Selasa, Ini 8 Manfaatnya Dibanding Kendaraan Pribadi
Terpopuler
- Mudah, Ini Cara Menghentikan Spam Call di HP Android dan iPhone
- Pengamat Nilai Manuver KSP Listyo Bongkar Hambatan Birokrasi Jadi Investasi Jangka Panjang
- Pengacara Kamaruddin Simanjuntak Sakit Apa? Meninggal Dunia di Usia 52 Tahun
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Asep Surya Atmaja Pimpin Kabupaten Bekasi hingga 2030
-
BRI Perluas Kemitraan Internasional, Buka Akses Pasar Global bagi Korporasi dan UMKM Indonesia
-
Polisi Tembak Polisi: Bharada Andika Resmi Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana
-
Misteri Aliran Dana Rp250 Juta ke PCNU, Begini Penjelasan KPK
-
Pimpin Kejurnas Tinju Amatir 2026, Hillary Lasut Soroti Nasib Atlet dan Kesejahteraan Wasit