SuaraBekaci.id - EHS (13), bocah bawa mobil tabrak enam pemotor. EHS menabrak enam pemotor itu dalam kecelakaan di Jalan Majapahit atau Ring Road Timur (di depan RSPAU Hardjolukito), Banguntapan, Bantul, DIY pada Rabu (27/1/2021) sekitar pukul 18.30 WIB.
Bocah bawa mobil tabrak enam pemotor itu merupakan warga Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klate. EHS membuat satu orang yang ditabrak meregang nyawa akibat peristiwa tabrakan tersebut.
Bocah bawa mobil tabrak enam pemotor itu mengemudikan mobil KIA Picanto berpelat nomor AD 1809 IC.
Kapolsek Banguntapan Kompol Zainal Suprianto mengatakan kecelakaan lalu lintas terjadi saat rombongan pemotor berhenti di traffic light.
Rombongan pemotor tersebut menggunakan Honda Supra Fit AB 3050 UF, Honda Supra X 125 K 3380 ATC, Honda Beat AB 2026 ZJ, Yamaha Fino AB 4509 ZE, Honda CB AB 4824 NW, Honda Win AD 6746 XC, Honda AB 4137 BO, dan Honda Vario AB 5350 JT.
“Saat bersamaan tiba-tiba dari arah belakang melaju mobil KIA Picanto AD-1809-IC langsung menabrak rombongan sepeda motor yang berhenti tersebut sehingga beberapa pengendara terpental dan salah satu pengendara meninggal di TKP,” ungkap Zainal dikutip dari Solopos.com -- jaringan Suara.com, Sabtu (20/1/2021).
Korban meninggal dunia yakni Safi'i Widodo (32). Pria yang mengemudikan Honda Supra X125 K-3380-ATC ini mengalami luka cedera berat di bagian kepala.
Selain itu, sejumlah pemotor juga mengalami luka-luka dan sempat mendapat perawatan di RSPAU Hardjolukito.
Yakni, Daryanto (43) warga Ngentak, Seloharjo yang mengalami luka terbuka dan patah pada ibu jari kiri. Lalu, Marwanto (35), warga Nglampengan, Temuwuh, Dlingo dengan luka patah tulang kaki kanan dan tulang rusuk kiri.
Baca Juga: Bejat! Petani Tega Cabuli 3 Anak di Bawah Umur Berulang Kali
Selanjutnya, Indras Wijiastuti (40), warga Mendiro, Sukoharjo, Ngaglik, Sleman mengalami luka memar pada bagian kepala. Widiyanto (28) warga Jetis Kulon, Pacarejo Semanu, Gunungkidul yang mengalami luka terbuka pada paha sebelah kiri.
Serta, Heri Dharis P (42) warga Danurejo, Jamuskauman Ngluwar, Magelang yang mengalami luka lecet di kaki. Sementara dua pengemudi motor lainnya tidak mengalami luka.
Kompol Zainal menyatakan, kecelakaan diduga karena EHS belum mampu mengemudikan kendaraan dengan baik.
"Pengemudi masih di bawah umur belum lancar dalam mengemudi,” ujar Zainal.
Berita Terkait
-
DIY Catat Rekor 161 Hari Tanpa Hujan, Pakar UGM Dorong Gerakan Panen Air
-
HUT ke-45 Warkaban di TMII Jadi Momentum Pererat Silaturahmi dan Pengukuhan Pengurus Baru
-
Guyub Warga Bantul di Bekasi Rayakan HUT ke-45 Warkaban
-
Rayakan HUT ke 45, Paguyuban Warkaban Bantul Meriahkan CFD Bekasi
-
HUT ke-45 Warkaban, BBPPVP Bekasi Siap Lanjutkan Pelatihan Kerja untuk Transmigran
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Polresta Bogor Minta Maaf soal Intimidasi Jurnalis, Anggota Polisi Dijatuhi Sanksi
-
Seret Nama Pejabat ATR/BPN hingga Politisi, Ini Fakta Terbaru Kasus Korupsi Summarecon
-
Bikin Polusi Udara Parah, Pabrik Arang di Bekasi Disegel
-
Waketum MUI Jadi Saksi Meringankan Dugaan Korupsi Haji Eks Menag Yaqut Cholil
-
26 Sengketa Pilkades Bekasi, Dugaan Ijazah Palsu Mendominasi