SuaraBekaci.id - Dua ormas atau organisasi kemasyarakatan terlibat bentrok di depan Toko Sepeda Rodalink, Jalan Kalimalang, Jakasampurna, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi pada Kamis (21/1/2021) sekitar pukul 04.00 WIB.
Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Hery Purnomo membeberkan kronologi bentrok ormas yang berujung tewasnya satu orang pascakejadian hingga penetapan dua orang tersangka, TR (37) dan A (25).
Menurut Hery, peristiwa bermula pada saat kelompok dari dua orang tersangka tengah melakukan perayaan ulang tahun salah satu temannya di Kafe Saurma, Kalimalang, Jakasampurna. Di sana, salah satu pegawai kafe meyampaikan kepada tersangka kalau dia sering dipalak.
"Di situ ada sekitar 30 orang di tempat itu. Kemudian ada salah satu yang di situ menyampaikan kepada para pelaku kalau mereka sering diganggu (dipalak). Kemudian 'loh saya item item gini enggak pernah minta duit sama orang', di mana ininya (orang yang sering memalak)?," kata AKBP Hery di Polres Metro Bekasi Kota, Senin (25/1/2021).
Lalu, pegawai kafe itu menunjukkan keberadaan orang yang dia sebut sering memalaknya.
"Pertama datang dua orang, mereka ke TKP, mereka lihat di pos itu ada sekitar 7 orang di situ. Setelah itu mereka kembali lagi jemput satu orang lainya, beritga sampai di situ," lanjut Hery.
"Begitu turun dari motor mereka langsung menghajar ada dua orang yang langsung mereka pegang, mereka pukulin di situ, salah satunya mereka meninggal dunia. Meninggal dunianya satu hari setelah kejadian," sambungnya.
Kedua korban pada peristiwa itu yakni Novian dan Erikson. Noviantika Yahya merupakan korban yang meninggal dunia. Sementara, Erikson telah sadarkan diri dan kembali pulang ke rumah.
Kendati demikian, polisi belum dapat memastikan apakah bentrok tersebut dipicu karena adanya pemalakan tersebut.
Baca Juga: Polisi Tetapkan 2 Tersangka dari Bentrok Ormas di Bekasi
"Kita belum tahu ya alasan detailnya karena posisi lokasi kejadian dengan kafe tempat mereka kumpul ini jauh. Tidak kurang dari satu kilometer," katanya.
Disinggung soal sudah berapa lama pemalakan terebut berlangsung, Hery menyatakan pihaknya masih belum mengetahuinya.
"Ini kita belum gali karena orang yang menyampaikan itu (pegawai kafe) sampai sekarang kita tak ketemu," ujarnya.
Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Aloysius Suprijadi menyatakan, peristiwa berlangsung di salah satu tempat ormas.
"Adapun latar belakang atas kejadian ini adalah adanya persaingan dalam pengamanan sehingga membuat terjadinya ribut di lapangan," ujarnya.
Sebelumnya, sebanyak dua orang pria ditetapkan sebagai tersangka atas kasus bentrok antarormas atau organisasi kemasyarakatan di Kota Bekasi, Jawa Barat.
Berita Terkait
-
KPK Periksa Sekretaris Camat dan 5 Direktur Swasta dalam Kasus Korupsi Bupati Bekasi
-
Tragedi Utang di Bekasi: Teman Lama Tega Habisi Nyawa MDT, Jasad Dibuang di Kuburan
-
Lingkaran Setan Suap Bupati Bekasi, KPK Panggil 5 Bos Proyek dan Sekcam Sekaligus
-
Semua Gerak-gerik Ayah Bupati Bekasi Dikuliti KPK Lewat Sopir Pribadi
-
KPK Duga Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Terima Uang Rp600 Juta dari Kasus Suap Ijon Proyek
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
7 Fakta Viral Keluarga Miskin Pinjam Beras dan Garam untuk Makan
-
Polisi Bongkar Alasan Pelaku Bunuh Teman Sendiri di Pemakaman Bekasi
-
Momen Gibran Main Sepak Bola di Wamena Papua, Cetak Tiga Gol
-
Era Gratis Biskita Trans Wibawa Mukti Bekasi Berakhir, Berapa Biayanya?
-
8 Pedagang Kalibata Gulung Tikar, Total Kerugian Rp1,2 Miliar