SuaraBekaci.id - Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Bekasi diundur. Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi, Alamsyah.
Alamsyah mengatakan, sampai hari ini pihaknya belum menerima distribusi vaksin Covid-19. Jadwal vaksinasi akan diundur sampai Februari 2020 mendatang.
"Belum (menerima vaksin Covid-19), jadwal mundur ke Februari," kata Alamsyah saat dihubungi Suara.com, Rabu (13/1/2021).
Alamsyah mengungkapkan bahwa mundurnya jadwal vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Bekasi bukan tanpa sebab.
"Alokasi vaksin tidak cukup," katanya singkat.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi Sri Enny Mainarti mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan sejumlah hal terkait dengan proses suntik vaksin di Kabuapten Bekasi.
Mulai dari fasilitas kesehatan hingga pelatihan kepada tenaga kesehatan yang bertugas melakukan vaksinasi.
"InsyaAllah vaksin didistribusikan semua bisa dilaksanakan segera," ujarnya.
Sebelumnya, dilansir dari Antara, Pemerintah Kabupaten Bekasi belum menerima distribusi vaksin Covid-19 hingga Selasa (12/1/2021) sore. Vaksin tersebut sedianya akan digunakan untuk vaksinasi tahap pertama bagi tenaga medis.
Baca Juga: Viral Warga Berkerumun Saat Pendistribusian BST di Kantor Pos Bekasi
Ketua Pelaksana Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Provinsi Jawa Barat Setiawan Wangsaatmaja membenarkan hal tersebut.
"Yang sudah Bekasi (Kota Bekasi) untuk kabupaten belum," kata Setiawan.
Dia tidak menjelaskan alasan mengapa Kabupaten Bekasi belum menerima distribusi vaksin Covid-19.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi Sri Enny Mainiarti mengatakan, wilayahnya belum menerima informasi terkait pendistribusian vaksin Covid-19 di wilayahnya.
"Hingga saat ini vaksin kita belum terima, ditunggu dulu. Kami belum ada informasi dari provinsi," katanya.
Dia mengaku tidak mengetahui penyebab pasti keterlambatan ini, namun hal itu merupakan kewenangan pemerintah pusat.
Berita Terkait
-
HUT ke-45 Warkaban, BBPPVP Bekasi Siap Lanjutkan Pelatihan Kerja untuk Transmigran
-
Update Kasus Korupsi Bekasi, KPK Telurusi Vila Milik Polisi Yayat Sudrajat di Subang
-
Usai Tabrakan KA, KAI Rombak Total Sistem Keselamatan Stasiun Bekasi Timur
-
Sikapi Laporan Akhir KNKT, KAI Rombak Prosedur dan Evaluasi Jam Kerja Masinis
-
Susah Cari Bed Rumah Sakit di Bekasi: Kapasitas Pasien Ditambah, Kualitas Pelayanan Ditingkatkan
Terpopuler
- Operasi Politik Presisi Prabowo: Preteli Siji-siji
- 9 Sunscreen untuk Mencerahkan Wajah dan Menghilangkan Flek Hitam
- Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!
- Luky Alfirman Jadi Wamenkeu usai Dicopot Purbaya, Pengamat Soroti Arah Kebijakan Suahasil
- Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
2 Tersangka Dibebaskan! Kasus Perusakan Rumah di Cikunir Selesai
-
MotoGP Mandalika 2026 Kembali Digelar, BRI Dorong Ekonomi Kawasan Berbasis Pariwisata
-
BRI Kembali Dukung Atlet Nasional, Semangati Kontingen Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026
-
Aset 1,5 Hektare Milik Anggota Polri Yayat Sudrajat Digeledah KPK
-
Lewat Program BRI Sahabat Disabilitas 2026 di Makassar, BRI Peduli Berikan Pelatihan dan Pemagangan