SuaraBekaci.id - Pelaksanaan ibadah perayaan Hari Raya Natal di Gereja Santa Clara Bekasi Utara pada hari ini digelar dua kali. Yakni pada pukul 17.00 WIB dan pukul 21.00 WIB.
Pastor Paroki Gereja Santa Clara, Romo Raymondus Sianipar mengatakan, umat katolik yang mengikuti ibadah secara langsung pada dua waktu tersebut harus memiliki dan menunjukkan barcode atau kode batang tersebut ke panitia natal.
Kode batang itu diperoleh dari pendaftaran secara daring yang dilakukan umat selama beberapa waktu kebelakang.
Penggunaan kode batang bagi umat yang hendak mengikuti misa perayaan Hari Raya Natal secara langsung ini merupakan salah satu upaya penerapan protokol kesehatan sesuai dengan arahan dari Keuskupan Agung Jakarta.
Romo Raymondus Sianipar juga menjelaskan, jemaat Gereja Santa Clara Bekasi Utara dibagi per zona wilayah untuk mendaftarkan diri ikut misa secara langsung atau offline.
“Dengan catatan yang mendaftarkan diri itu umur 18-59 dengan kondisi sehat, mengisi g-form kesehatan dulu. Sesudah g-form kesehatan diisi dan dinyatakan boleh mengikuti, maka mereka akan mendaftarkan diri melalui database kartu KK umat yang ada di paroki,” katanya saat dihubungi Suara.com, Kamis (24/12/2020).
Setelah mendaftarkan diri, maka jemaat tersebut mendapatkan kode batang (barcode) untuk hadir mengikuti misa perayaan Hari Raya Natal di Gereja Katolik Santa Clara.
“Barcode ini lah nanti yang akan dibawa ke gereja, sebelum masuk lokasi akan dilihat barcode-nya, akan di-scan. Dan kalau itu sudah benar barcode untuk mengikuti misa offline maka dia akan masuk ke lokasi gereja dan diatur. Di parkiran, sepeda motor harus berjarak juga,” ujarnya.
Sebelum menuju ke parkiran kendaraan, di pintu gerbang gereja juga ada panitia yang akan mengukur suhu dan mengarahkan jemaat Gereja Katolik Santa Clara untuk mencuci tangan.
Baca Juga: Menengok Persiapan Perayaan Natal di Gereja Santa Clara Bekasi Utara
“Sampai di parkiran mereka diarahkan panitia memasuki gereja. Dan di depan gereja akan disambut oleh panitia menunjukan nomor tempat duduknya dan diarahkan ke tempat duduk masing-masing supaya tidak salah tempat duduk, dengan jarak yang sudah diatur di dalam gereja,” jelasnya.
Jemaat Gereja Santa Clara yang hendak memberikan kolekte atau persembahan, akan diarahkan untuk memasukkannya ke tempat khusus yang telah disediakan.
“Sesudah memasukan kolekte mereka wajib pakai hand sanitizer tanpa sentuh. Jadi hanya pakai tekanan kaki, lalu diarahkan ke nomor tempat duduk,” katanya.
Jika semua jemaat sudah berada di dalam Gereja Santa Clara Bekasi, maka misa perayaan Hari Raya Natal akan dimulai.
Dia menjelaskan, ibadat perayaan natal tahun ini tidak semeriah dan selengkap pada 2019. Karena pihaknya juga harus memperhatikan durasi pelaksanaan ibadat.
“Setelah selesai ibadat, keluar gereja akan diarahkan oleh panitia, bagaimana nanti mereka keluar dari gereja, dari pintu yang sudah ditentukan dimana keluarnya, tidak ada kumpul-kumpul lagi, diharapkan langsung pulang ke rumah,” ujar Romo Raymondus Sianipar.
Berita Terkait
-
Bukan Dibegal, Dua Korban Tewas di Selokan Bekasi Ternyata Korban Tawuran
-
Mau Kuliah di Kampus Top Luar Negeri? 4 Strategi Susun Portofolio untuk Raih Beasiswa Impian
-
Ngeri! Bawa Bom Molotov Buat Tawuran, 18 Remaja di Bekasi Diciduk Brimob
-
Perkuat Jejaring Pengusaha Muda, HIPMI Kota Bekasi Gelar Padelora Fest 2026
-
Curanmor di Perumahan Bekasi Terungkap, Polisi Sita NMax dan Korek Api Berbentuk Pistol
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
Modal Pistol Korek Api, Mahasiswa di Bekasi Nekat Rampok Minimarket Rp12 Juta
-
Geger Pelecehan Seksual Terhadap Anjing di Pet Shop Penjaringan
-
Kekeringan Melanda Bekasi: Ini Cara Warga Dapatkan Bantuan Air Bersih Gratis
-
Israel Bunuh Hampir 1.000 Warga Palestina Sejak Oktober
-
Lautan Manusia di Kota Bekasi Rayakan Tahun Baru Islam