“Sesudah memasukan kolekte mereka wajib pakai hand sanitizer tanpa sentuh. Jadi hanya pakai tekanan kaki, lalu diarahkan ke nomor tempat duduk,” katanya.
Jika semua jemaat sudah berada di dalam Gereja Santa Clara Bekasi, maka misa perayaan Hari Raya Natal akan dimulai.
Dia menjelaskan, ibadat perayaan natal tahun ini tidak semeriah dan selengkap pada 2019. Karena pihaknya juga harus memperhatikan durasi pelaksanaan ibadat.
“Setelah selesai ibadat, keluar gereja akan diarahkan oleh panitia, bagaimana nanti mereka keluar dari gereja, dari pintu yang sudah ditentukan dimana keluarnya, tidak ada kumpul-kumpul lagi, diharapkan langsung pulang ke rumah,” ujar Romo Raymondus Sianipar.
Pada hari ini, Kamis (24/12/2020), akan dilaksanakan dua kali misa perayaan Hari Raya Natal di Gereja Santa Clara. Pertama pukul 17.00 WIB dan kedua pukul 21.00 WIB.
“Cukup berjarak karena sesudah misa pertama akan dilakukan desinfektan dulu baru nanti jam 21.00 WIB ada perayaan natal yang kedua,” ujarnya.
Kemudian, juga terdapat dua kali misa perayaan Hari Raya Natal pada Jumat (25/12/2020). Yakni pada pukul 09.00 WIB dan pukul 17.00 WIB.
Umat Gereja Santa Clara yang dapat hadir pada misa Hari Raya Natal secara langsung dibatasi 280 orang dari kapasitas gereja sekitar 1500 orang. “Jadi umat itu duduk sangat berjarak,” katanya.
“Yang lain, umat akan mengikuti perayaan misa natal online di rumah masing-masing dan itu dipersiapkan panitia juga supaya umat tetap mempersiapkan perayaan natal, mengikuti perayaan natal dari rumah,” sambung Romo Raymondus Sianipar.
Dia menambahkan, perayaan Hari Raya Natal di tengah pandemi Covid-19 diharapkan tidak mengurangi sukacita seluruh umat katolik yang merayakan.
“Karena dalam situasi apapun, dan sekarang dalam situasi pandemi ini justru kita diberi waktu yang baik untuk merefleksikan iman kita dalam segala ingatan, dalam segala pengalaman kesulitan dan juga pengalaman ketakutan, juga dalam pengalaman ketidakbiasaan dan ketidakmampuan untuk merayakan seperti biasa yang diharapkan, tetapi suka cita natal itu tetap harus dirasakan,” paparnya.
Menurut Romo Raymondus Sianipar, iman justru semakin bertumbuh ketika situasi seperti saat ini.
“Dalam pandemi ini iman kita sangat berperan baik untuk menjaga kebaikan sendiri, menjaga kesehatan bersama dan juga demi kebaikan masyarakat dan bangsa ini. Jadi saya tetap percaya bahwa natal ini tetap akan memberikan suka cita yang besar,” tuturnya.
Berita Terkait
-
Modal Pistol Mainan, 4 Pemuda di Bekasi Nyamar Jadi Intel Culik Warga Demi Duit Tebusan
-
Tabrak Warga hingga 6 Tewas! Sopir Truk Molen di Bekasi Jadi Tersangka Terancam 6 Tahun Bui
-
Kurang dari 24 Jam, Santunan Korban Kecelakaan Truk Molen Bekasi Diserahkan ke Ahli Waris
-
Kecelakaan Maut Truk Molen di Bekasi
-
Perluas Pasar UMKM, Pertamina Hadirkan SMEXPO 2026 di Bekasi
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Peringatan Keras Bupati Bekasi ke Kepala Desa: Jangan Korupsi !
-
KPK Buka Peluang Hadirkan Ahmad Dhani sebagai Saksi Kasus Bea Cukai
-
Apa Penyebab Truk Molen Tabrak Halte di Bekasi, 6 Orang Tewas
-
Polresta Bogor Minta Maaf soal Intimidasi Jurnalis, Anggota Polisi Dijatuhi Sanksi
-
Seret Nama Pejabat ATR/BPN hingga Politisi, Ini Fakta Terbaru Kasus Korupsi Summarecon