SuaraBekaci.id - Polsek Bekasi Utara akan meningkatkan patroli pada dini hari untuk mencegah tindakan kejahatan di wilayah tersebut. Hal ini menyusul peristiwa penemuan mayat bersimbah darah korban begal, Andika Putra Prananda (16) di Jalan Perjuangan, Teluk Pucung, Bekasi Utara, Kota Bekasi pada Senin (21/12/2020) dini hari.
Kapolsek Bekasi Utara, Kompol Chalid Thayib mengatakan, peningkatan patroli untuk mencegah tindakan kejahatan itu akan dilakukan pada pukul 01.00 WIB sampai 05.00 WIB.
"Antisipasi saya lihat dari pola waktu antara jam 1 - 5 dini hari itu kita tingkatkan patroli kemudian bhabinkamtibmas mengedukasi masyarakat mengimbau tolonglah kalau malam itu kalau nggak urgent jangan keluar," kata Kompol Chalid Thayib di Bekasi, Rabu (23/12/2020).
Kompol Chalid Thayib menyatakan, warga jangan keluar seorang diri pada dini hari.
"Minimal dua orang sehingga ada rasa aman, kalau sendiri gitu ya itulah targetnya pelaku sendirian di tempat gelap ada niat dan kesempatan jadi lah," ujar Kompol Chalid Thayib.
Sejauh ini, pihak kepolisian telah mengantongi rekaman kamera CCTV peristiwa begal di lokasi penemuan mayat bersimbah darah di Jalan Perjuangan, Teluk Pucung, Kota Bekasi.Kompol Chalid Thayib mengatakan, rekaman kamera CCTV telah diperoleh dari beberapa titik di sekitar lokasi kejadian penemuan mayat bersimbah darah di Bekasi.
Rekaman kamera CCTV yang telah dimiliki polisi itu digunakan untuk mengidentifikasi pelaku begal sebelum peristiwa penemuan mayat bersimbah darah di lokasi tersebut.
“Dua di TKP dan depan gudang karoseri pagar jaya, kemudian ada beberapa CCTV yang kita ambil tapi kualitasnya buram belum jelas,” kata Kompol Chalid Thayib.
Polisi memeriksa 5 orang saksi kasus penemuan mayat bersimbah darah di tengah Jalan Perjuangan, Teluk Pucung, Bekasi Utara, Kota Bekasi.
Baca Juga: Polisi Kantongi Rekaman CCTV Peristiwa Begal di Jalan Perjuangan Bekasi
Lima orang terdiri dari tiga saksi yang pertama kali menemukan jasad korban dan dua orang lain dari keluarga korban.
Kompol Chalid Thayib mengatakan, pihaknya telah menggali informasi dari para saksi untuk mengungkap kasus tersebut.
“Saksi di TKP (tempat kejadian perkara) tiga orang lalu dari keluarganya, lima di antaranya ibunya itu menjelaskan ditelepon anaknya karena belum pulang ditelepon komunikasi dengan ibunya, nah pulang lah dia dari Tambun kemudian di Teluk Pucung di tempat sepi itu gelap, motornya dirampas,” kata Kompol Chalid Thayib.
Berita Terkait
-
Update Kasus Korupsi Bekasi, KPK Telurusi Vila Milik Polisi Yayat Sudrajat di Subang
-
Usai Tabrakan KA, KAI Rombak Total Sistem Keselamatan Stasiun Bekasi Timur
-
Sikapi Laporan Akhir KNKT, KAI Rombak Prosedur dan Evaluasi Jam Kerja Masinis
-
Susah Cari Bed Rumah Sakit di Bekasi: Kapasitas Pasien Ditambah, Kualitas Pelayanan Ditingkatkan
-
Rem Terlambat atau Sistem Timpang? Membedah Penetapan Masinis Jadi Tersangka Tragedi Bekasi
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Aset 1,5 Hektare Milik Anggota Polri Yayat Sudrajat Digeledah KPK
-
Lewat Program BRI Sahabat Disabilitas 2026 di Makassar, BRI Peduli Berikan Pelatihan dan Pemagangan
-
Lapor Polisi Malah Rumah Diserang! Aksi Brutal Perusakan di Bekasi Viral di Medsos
-
Usut Suap Bupati Bekasi, KPK Sasar Aset Mewah Anggota Polri di Subang
-
Belum Pernah Dilatih Rem Darurat di Tikungan, Masinis Argo Bromo Anggrek Malah Jadi Tersangka