- Komisi V DPRD Jabar mengkritisi desain sanitasi USB SMA Negeri 20 Bekasi karena tidak adanya ventilasi memadai.
- Proyek pembangunan yang baru mencapai 72 persen ini mengalami keterlambatan meskipun tenggat waktu penyelesaian semakin dekat.
- Penyelesaian USB ini mendesak karena 700-an siswa SMAN 20 masih menumpang dan belajar sistem shift.
"Pengawasan terhadap kualitas pekerjaan harus diperketat agar penyelesaian pembangunan tidak dilakukan secara tergesa-gesa. Harapannya pembangunan ini segera selesai, tidak ada lagi kendala dengan masyarakat maupun perusahaan sekitar," kata Irpan.
Kepala SMAN 20 Kota Bekasi, Sri Suwarsih, berharap pembangunan tahap lanjutan dapat kembali dianggarkan pada 2026.
Hal ini, kata dia, krusial agar seluruh kegiatan belajar mengajar (KBM) dapat dilakukan dalam satu shift, demi meningkatkan prestasi siswa.
"Kami berharap daya tampungnya dapat memenuhi semua untuk mengakomodasi masyarakat sekitar, dan tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar siswa karena semua KBM satu shift," tutur Sri.
Baca Juga:Bank Indonesia Benarkan 21 Karung Cacahan Uang di TPS Bekasi