- Pesawat Smart Air registrasi PK-SNS rute Nabire–Kaimana mengalami gangguan mesin tak lama setelah lepas landas
- Seluruh 13 orang terdiri dari 11 penumpang dan 2 kru dinyatakan selamat dan segera dibawa ke RSUD Nabire.
- Pilot melakukan pendaratan darurat di bibir pantai Karadiri diduga karena pesawat mengalami "stall" akibat gangguan mesin.
SuaraBekaci.id - Pesawat Smart Air dengan nomor registrasi PK-SNS rute Nabire–Kaimana, Papua Tengah, dilaporkan mengalami insiden pada Selasa (27/1).
Meski sempat mengkhawatirkan, berikut adalah fakta-fakta yang perlu Anda ketahui:
1. Seluruh Penumpang dan Kru Selamat
Kabar paling utama dari insiden ini adalah tidak adanya korban jiwa.
Baca Juga:6 Fakta Unik Sidik Jari Manusia yang Jarang Diketahui Publik
Sebanyak 13 orang yang berada di dalam pesawat, terdiri dari 11 penumpang dan 2 kru (Pilot Capt. Tania K dan Co-pilot FO Bagus), dinyatakan selamat tanpa luka serius.
Setelah evakuasi, seluruh korban langsung dibawa ke RSUD Nabire untuk pemeriksaan medis.
2. Kronologi Gangguan Mesin Setelah Lepas Landas
Pesawat tipe Cessna 208 Caravan ini awalnya lepas landas dari Bandara Douw Aturure Nabire menuju Kaimana sekitar pukul 13.00 WIT.
Namun, tak lama setelah mengudara, pilot mendeteksi adanya gangguan pada mesin yang menyebabkan daya dorong (thrust power) menurun drastis.
Baca Juga:Operasi SAR Pesawat ATR42-500: Korban Dievakuasi Lewat Jalur Ekstrem
3. Keputusan Cepat Pilot untuk "Return to Base"
Melihat kondisi mesin yang tidak stabil, Pilot in Command (PIC) Capt. Tania K sempat memutuskan untuk kembali ke bandara asal (Return to Base/RTB).
Namun, karena daya angkat terus berkurang, pilot akhirnya mengambil keputusan cepat demi keselamatan dengan melakukan pendaratan darurat di bibir pantai Karadiri atau area Logpond, ujung landasan 17.
4. Penyebab Diduga Akibat "Stall"
Kapolres Nabire, AKBP Samuel Tatiratu, menyebutkan dugaan awal penyebab jatuhnya pesawat adalah karena kehilangan daya angkat atau stall.
Hal ini terjadi akibat gangguan mesin yang membuat pesawat tidak mampu mempertahankan kecepatan untuk tetap terbang saat proses take off.