Rupiah Mendekati Rp17 Ribu per Dolar AS, 5 Hal Ini Perlu Dilakukan Warga Indonesia

Masyarakat harus ikut berkontribusi menjaga stabilitas rupiahbukan sebagai penonton

Muhammad Yunus
Selasa, 20 Januari 2026 | 18:27 WIB
Rupiah Mendekati Rp17 Ribu per Dolar AS, 5 Hal Ini Perlu Dilakukan Warga Indonesia
Petugas menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing Dolarindo, Melawai, Jakarta, Senin (15/9/2025) [Suara.com/Antara]
Baca 10 detik
  • Pelemahan rupiah mendekati Rp17.000 per dolar disebabkan faktor global, masyarakat harus menghindari pembelian dolar spekulatif.
  • Warga perlu mengelola keuangan rumah tangga secara adaptif dengan memprioritaskan kebutuhan esensial dan produk lokal.
  • Pelaku usaha disarankan mengurangi ketergantungan impor melalui substitusi bahan baku lokal untuk mitigasi biaya produksi.

Ini bukan sekadar langkah defensif, melainkan bentuk partisipasi warga dalam menekan permintaan valas secara tidak langsung.

3. UMKM dan Pelaku Usaha: Kurangi Ketergantungan Impor

Bagi pelaku UMKM dan usaha kecil, pelemahan rupiah bisa menjadi alarm untuk mengevaluasi rantai pasok.

Ketergantungan pada bahan baku impor membuat biaya produksi rentan melonjak.

Baca Juga:UMKM Couplepreneur Binaan BRI Ini Siap Ekspor ke Asia dan Amerika, Berikut Kisah Suksesnya

Langkah strategis yang dapat dilakukan mencari substitusi bahan baku lokal. Menegosiasikan ulang kontrak pembelian. Mengatur ulang harga dengan komunikasi terbuka kepada konsumen.

Di sisi lain, bagi pelaku usaha berorientasi ekspor, kondisi ini justru membuka peluang peningkatan daya saing, selama devisa hasil ekspor benar-benar diputar di dalam negeri.

4. Literasi Ekonomi: Warga Perlu Memahami Akar Masalah

Pelemahan rupiah bukan semata-mata kegagalan kebijakan, melainkan hasil interaksi kompleks antara arus modal global, psikologi pasar, dan struktur pasar keuangan domestik yang terbuka.

Karena itu, warga perlu membekali diri dengan literasi ekonomi dasar, agar tidak mudah terprovokasi narasi krisis yang berlebihan.

Baca Juga:Penampakan Gepokan Uang Dolar Palsu yang Diedarkan di Bekasi, Pelaku Terancam 15 Tahun Penjara

Selama inflasi terkendali, neraca perdagangan surplus, dan cadangan devisa memadai, stabilitas ekonomi masih berada dalam koridor aman.

5. Menjaga Kepercayaan pada Sistem Ekonomi

Stabilitas nilai tukar sangat bergantung pada kepercayaan. Ketika masyarakat tetap percaya pada rupiah, sistem perbankan, dan kebijakan moneter, tekanan psikologis pasar dapat diredam.

Dalam konteks ini, sikap warga yang rasional, tidak reaktif, dan adaptif justru menjadi salah satu fondasi stabilisasi ekonomi nasional.

Pelemahan rupiah saat ini adalah ujian ketahanan, bukan tanda kejatuhan.

Peran pemerintah dan Bank Indonesia memang krusial, tetapi respons warga di level mikro sama pentingnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Menu Kopi Mana yang "Kamu Banget"?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Kepribadian MBTI Apa Sih Sebenarnya?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Zodiak Paling Cocok Jadi Jodohmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tua Usia Kulitmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Mobil yang Cocok untuk Introvert, Ambivert dan Ekstrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Detail Sejarah Isra Miraj?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono, Apa Layak Dilaporkan Polisi?
Ikuti Kuisnya ➔
Cek Prediksi Keuangan Kamu Tahun Depan: Akan Lebih Cemerlang atau Makin Horor?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: Kamu di 2026 Siap Glow Up atau Sudah Saatnya Villain Era?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini