Dampak Kemarau Harga Beras di Bekasi Fantastis, Omset Tipis, Pembeli Meringis

Jauh lah ya (pendapatan) sebulan hampir separuh (50%). Biasanya Rp10 juta, ujar Loli.

Galih Prasetyo
Sabtu, 09 September 2023 | 08:28 WIB
Dampak Kemarau Harga Beras di Bekasi Fantastis, Omset Tipis, Pembeli Meringis
Dampak Kemarau Harga Beras di Bekasi Naik, Omset Tipis, Pembeli Meringis (Suara.com/Mae Harsa)

Akibat harga beras yang melambung tinggi, omset para pedagang pun menipis. Seperti halnya yang dirasakan Loli, ia harus kehilangan pendapatan hampir 50 persen dalam sebulan.

“Jauh lah ya (pendapatan) sebulan hampir separuh (50%). Biasanya Rp10 juta,” ujar Loli.

Sama dengan Loli, Asep juga mengatakan bahwa pasca harga beras mengalami kenaikan, omset tokonya menurun hingga Rp9 juta perbulan.

“Turun sedikit sekitar 30%, perbulan biasanta bisa Rp30 juta,” ucapnya.

Baca Juga:Harga Beras Meroket, IKAPPI Desak Pemprov DKI Lakukan Operasi Pasar

Menurut Asep, pembeli yang datang ke tokonya selalu mengeluhkan harga berasa yang tak kunjung turun. Bahkan, ia pun harus pasrah karena beberapa pelanggan tokonya kini dirasa banyak yang kabur.

“Mahal banget si, beras gak turun-turun. Ada banyak (pelanggan kabur) terserah sekarang mah dinikmatin aja,” ucapnya.

Sementara, pembeli beras Nur (50) mengatakan harga beras yang melambung tinggi membuat dirinya pusing. Sebab, dia harus pintar-pintar mengatur keuangan rumah tangganya.

Kemarau Panjang, Petani Mustikasari Bekasi Terpaksa Keluarkan Uang Rp400 Ribu Demi Mengairi Sawah(Suara.com/Mae Harsa)
Kemarau Panjang, Petani Mustikasari Bekasi Terpaksa Keluarkan Uang Rp400 Ribu Demi Mengairi Sawah(Suara.com/Mae Harsa)

“Pusing lah beras naik mulu, kita harus pinter-pinter ngatur duit,” ujar Nur.

Nur saat itu membeli satu karung beras ukuran 50 kilogram dengan harga Rp600 ribu. Ia mengaku beras tersebut biasanya ia beli dengan harga Rp500 ribu.

Baca Juga:Harga Beras Selangit, Jokowi Sebut RI Mau Impor 250 Ribu Ton dari Kamboja

“Ini Rp600 ribu, biasanya mah Rp500 ribu Rp 520 ribu,” ucapnya.

Nur mengaku sudah terbiasa membeli beras kelas medium itu dengan ukuran 50 kilogram. Nantinya beras itu bakal ia jual lagi dengan harga Rp11 ribu per liter setelah sebelumnya hanya Rp10 ribu per liter.

“Ini buat dijual lagi saya naikin harganya Rp11 ribu seliter, kalau tinggi-tinggi nanti gak ada yang beli,” ucapnya.

Nur pun berharap, saat kondisi kemarau yang membuat harga beras melambung tinggi ada bantuan dari pemerintah setempat untuk bisa membuat harga beras normal kembali.

“Harapannya pemerintah ini kasih solusi biar beras balik lagi harganya normal, murah lagi kaya dulu,” tandasnya.

Kontributor: Mae Harsa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini