Gelombang PHK Buruh Mulai Makan Korban, Pemilik Kos Gigit Jari Ditinggal Penghuni

"Apalagi tiga bulan ke belakang, dampaknya semakin signifikan," ujarnya terkait dampak gelombang PHK ribuan buruh.

Ari Syahril Ramadhan
Selasa, 22 November 2022 | 11:05 WIB
Gelombang PHK Buruh Mulai Makan Korban, Pemilik Kos Gigit Jari Ditinggal Penghuni
ILUSTRASI - Ratusan Karyawan Korban PHK menggeruduk Pengadilan Negeri (PN) Bandung minta hakim putuskan perkara atas dasar keadilan. [Ayobandung.com/Rahmat Kurniawan]

SuaraBekaci.id - Sejumlah pemilik kos di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat mulai merasakan dampak dari adanya gelombang pemutusan hubungan kerja atau PHK buruh yang terjadi di wilayah mereka.

Di wilayah Parungkuda misalnya, sejumlah kos-kosan mulai ditinggal penghuninya yang terkena PHK atau tidak diperpanjang kontraknya.

Salah satu pabrik yang ada di wilayah itu adalah PT L&B di Desa Sukawenang. Kekinian, banyak pekerja yang sudah meninggalkan kos mereka diduga karena kontraknya tak diperpanjang.

Pemilik kos-kosan, Irfan (31 tahun), mengatakan bisnisnya menurun sejak beberapa waktu terakhir. Delapan kamar yang semula terisi penuh oleh para buruh PT L&B, kini hanya tiga kamar yang masih diisi pekerja yang merantau, ini pun dari perusahaan lain, bukan karyawan PT L&B.

Baca Juga:Ratusan Buruh di Sukabumi Berhamburan saat Rasakan Gempa Susulan

"Penghasilan bulanan dari kos-kosan biasanya Rp 4 juta. Tapi sekarang paling Rp 1,5 juta. Penghasilan ini dipangkas lagi untuk kebutuhan air dan listrik, belum kalau ada kerusakan dan kebutuhan lainnya," katanya dikutip dari Sukabumiupdate.com--jejaring Suara.com pada Senin (21/11/2022).

Irfan menyebut sepinya kos-kosan sudah dimulai sejak tiga bulan dan diyakini akibat pengurangan jumlah buruh di PT L&B. Menurut Irfan, kos-kosan miliknya biasa digunakan sebagai tempat menetap pekerja dari beberapa daerah seperti Cikidang Sukabumi, hingga dari Kabupaten Cianjur.

"Selebihnya kalau waktu libur, mereka pulang," ujar dia.

Pemilik kos-kosan lain, Tia (47 tahun) mengalami kondisi serupa dengan Irfan. Dari 17 kamar kos milik Tia, kini tersisa 10 kamar yang terisi. Padahal harga kos-kosan Tia termasuk relatif murah yakni Rp 400 ribu per bulan, sudah termasuk biaya listrik, air, lemari, dan kasur.

Tia mengungkapkan harga Rp 400 ribu tersebut hampir habis untuk kebutuhan pengguna kamar kos lantaran mereka membawa peralatan elektronik untuk memasak dan keperluan lain. Belum kebutuhan air untuk mandi, cuci pakaian, dan lainnya.

Baca Juga:Elon Musk Akhiri PHK Massal Twitter, Siap Buka Lowongan Lagi

"Kurangnya pemasukan dari kamar kos ini sejak setelah Lebaran. Dari situ pengurangan karyawan juga terus terjadi. Apalagi tiga bulan ke belakang, dampaknya semakin signifikan," kata Tia.

News

Terkini

Pemkab Bekasi juga melaksanakan kegiatan pemulihan trauma atau trauma healing di empat tenda pengungsi sekaligus membagikan mainan anak-anak

News | 19:04 WIB

"Kita tuntut bisa naik 25% atau sekurang-kurangnya 13%,"

News | 17:55 WIB

Orang Muaragembong hadir di Piala Dunia 2022 dan buat heboh sosial media.

News | 17:05 WIB

Penunjukkan Laksamana Yudo Margono sebagai calon tunggal dianggap tepat oleh sejumlah pihak.

News | 15:50 WIB

Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, Erina mengajak para pengikutnya untuk follow akun usaha dari Kahiyang Ayu.

News | 12:30 WIB

Mirisnya lagi, ibu itu dipasung di tengah hutan tanpa alas dan tempat teduh sehingga kepanasan dan kehujanan.

News | 09:52 WIB

Ragil Mahardika seolah memberikan sindiran atas sikap Ria Ricis ketika memomong buah hatinya, Baby Moana.

News | 09:48 WIB

Pengakuan Predator Anak SD di Kota Bekasi: Nggak Sengaja, Pria Diduga ODGJ Salat Ditengah Jalan Sukabumi

News | 09:10 WIB

Sejumlah netizen melayangkan komentar miring karena suami Jessica Iskandar itu dinilai tak membantu sang istri yang kabarnya terlilit utang cicilan KPR.

News | 08:07 WIB

Untuk diketahui, PT Heinz ABC Indonesia melakukan perluasan pabrik makanan dan minuman di Karawang untuk mengatasi pengangguran.

News | 23:30 WIB

Menurut Komeng nama tenarnya, yang juga merupakan Pengurus Bidang Bencana PMI Kabupaten Bogor, pemulihan trauma untuk para penyintas

News | 22:57 WIB

Begini respon Ridwan Kamil saat ditanya wacana gabung ke partai Golkar.

News | 20:05 WIB

Setelah kabur sampai ke Batam, predator anak SD di Kota Bekasi berhasil ditangkap.

News | 19:25 WIB

Askot PSSI Bekasi Bakal Gelar KLB, Suporter Ingatkan Hal Penting Ini.

News | 17:09 WIB

Banyak masyarakat yang datang ke lokasi Gempa Cianjur hanya sekedar menonton dan penasaran dengan kondisi lokasi gempa.

News | 16:13 WIB
Tampilkan lebih banyak