"Mau ribut tuh teman gua, ngabarin gua, 'ayo KIL Bantuin gua ribut'," ujar remaja yang hanya bersekolah sampai kelas 3 sekolah dasar tersebut.
Karena mendapat telpon itu, KIL akhirnya sempat mengajak rekan-rekannya yang lain untuk ikut tawuran.
Ajakan KIL ternyata tidak digubris oleh temannya, karena pada saat itu sudah menujukan pukul 03.00 dini hari.
"Bocah masih rame di sini, yaudah gua ajakin 'eh lu ribut kagak, kemaren lu pada nanyain ribut mulu' dijawab sama bocah 'enggak ah KIL udah jam 3 mager'," kata KIL.
Baca Juga:Tawuran Remaja Pecah di Seberang Ulu Palembang, Warga Amankan Motor yang Nyemplung ke Sungai
KIL juga mengungkap bahwa sebenarnya dirinya enggan untuk membantu kelompok temannya, karena dirinya kecewa saat membantu kelompok temannya hanya dirinya dan temannya yang maju di garda terdepan.
"Soalnya yang udah-udah gua ribut bantuin anak-anak dia suka kagak danta (tidak jelas), dia rame bocahnya nih yang majuin cuma bocah-bocah gua doang," kata KIL.
Namun karena merasa tak enak hati, dirinya tetap membantu rekannya tersebut.
"Yaudah akhirnya gua nelpon temen gua yang lain, 'N(inisial) lu mau ribut enggak' dia jawab 'sama siapa' udah ayo ikut gua aja," ujar KIL.
KIL mengungkap dirinya akhirnya berangkat pada dini hari itu dengan bersama temannya, mengendarai dua sepeda motor yang masing-masing diisi tiga orang.
Baca Juga:Puluhan Remaja Diduga Pelaku Tawuran di Padang Dipulangkan, Polisi: Dijemput Orang Tua
"Yaudah akhirnya gua brangkat dua motor, boti-boti (bonceng tiga)," sambung KIL.