Ditegaskan oleh Abdurrahman, untuk bisa menembus ke klub di Qatar bukan perkara mudah. Yang paling utama katanya ialah si pemain harus bisa memiliki skill terbaik.
"Ya om tapi juga harus punya kemampuan yg baik bermain bola. Walaupun lahir disini tapi kalau gak bagus juga gak bisa," ungkap pemain yang di rumah dipanggil Ade oleh keluarganya karena anak paling bungsu.
Keinginan untuk membela Timnas Indonesia
Publik tentu bertanya-tanya mengapa pada akhirnya Abdurrahman memilih untuk membela timnas Qatar?
Faktanya orang tua Abdurrahman sejak 2017 sudah sempat ditanya data dan diserahkan ke perwakilan PSSI.
Baca Juga:Indonesia U-17 Tak Lolos Piala Asia, Netizen Layangkan Sindiran Keras
Pada 19 Januari 2017, ayah Abdurrahman, Iwan Koeswanto mengatakan bahwa dirinya sempat dihubungi oleh dua orang.
"Pertama (dari) ketua Permiqa atau persatuan masyarakat Indonesia di Qatar dan ketua IFQ Qatar mereka menanyakan data2 anak saya," ucap Iwan.
Ia lalu bertanya permintaan data itu siapa. Menurut penjelasan dua orang tersebut permintaan data itu datang dari ketum PSSI saat itu, Edy Rahmayadi.
"Saya tanya dari siapa? Dari ketum pssi yg baru kata mereka. Melalui Aster Pak Niko namanya," tambah Iwan.
Saat ditanya apakah kemudian ada tindak lanjut setelah data itu dikirim, Iwan mengaku tidak mengetahui langkah selanjutnya.
Baca Juga:Pemain Indonesia Abdurrahman Iwan Antar Qatar ke Piala Asia U-17 2023
Pada 2016, saat pulang ke Indonesia, Abdurrahman bahkan sempat ikut latihan di Akademi Volcano Cilegon. Saat itu ia ditempatkan di kelompok umur 13 tahun.
"Waktu itu ada match saya juga cetak gol pembuka dan tim kami menang 2-0. Lawan Duta junior kalau tidak salah. Saya mau di ikutin kompetisi antar provinsi tapi bapak bilang ke mereka gak bisa karena harus pulang ke Qatar," ucapnya.
Abdurrahman terus tunjukkan kemampuannya sebagai striker muda berbakat. Dari 42 gol pada musim 2014-15, lalu sedikit menurun menjadi 36 gol di musim 2015-16.
Ada satu pembicaraan menarik soal bagaimana Iwan Koeswanto begitu kerasan di Qatar melihat anaknya meniti karier sepak bola di sana.
Menurut Iwan, program sepakbola di Qatar cukup terstruktur dan menjangkau semua orang yang memiliki talent di lapangan hijau.
"di sini program grassroot berjalan sangat baik sekali sesuai dengan yang diterapkan di negara-negara yang sepakbolanya maju seperti Eropa, jadi arah dan tujuannya jelas. Pembinaan usia dini tertata rapi sesuai dengan kelompok umur dan juga kompetisi di sini selalu berkelanjutan setiap musimnya," jelasnya.