Kebetulan Richie dan Abdurrahman beberapa kali berkomunikasi lewat pesan Facebook.
Dari obrolan kami dengan sang ayah terungkap bahwa sejak umur 8 tahun, talenta Abdurrahman membuat kagum publik sepak bola Qatar.
Abdurrahman yang saat itu bermain di Al Wakrah SC sempat mencetak quattrick saat melawan Al Rayyan SC di Qatar Star League Junior.
Abdurrahman terus tunjukkan kemampuannya sebagai striker muda berbakat. Dari 42 gol pada musim 2014-15, lalu sedikit menurun menjadi 36 gol di musim 2015-16.
Baca Juga:Daftar Pemain Garuda Asia yang Tampil Buruk Saat Timnas Indonesia U-16 Dihabisi Malaysia
Ada satu pembicaraan menarik soal bagaimana Iwan Koeswanto begitu kerasan di Qatar melihat anaknya meniti karier sepak bola di sana.
Menurut Iwan, program sepakbola di Qatar cukup terstruktur dan menjangkau semua orang yang memiliki talent di lapangan hijau.
"di sini program grassroot berjalan sangat baik sekali sesuai dengan yang diterapkan di negara-negara yang sepakbolanya maju seperti Eropa, jadi arah dan tujuannya jelas. Pembinaan usia dini tertata rapi sesuai dengan kelompok umur dan juga kompetisi di sini selalu berkelanjutan setiap musimnya," jelasnya.
Bagaimana soal biaya? tanya kami saat itu kepada Iwan. Dengan lugas, Iwan menjelaskan bahwa sejak ia mendaftarkan anaknya ke klub sepak bola, ia tak pernah sepeser pun mengeluarkan uang, tapi malah mendapat uang.
"Alhamdullillah juga buat perkembangan karier Abdurrahman di Qatar, kami tidak mengeluarkan sedikitpun biaya. Hal itu, sejak Abdurrahman bergabung di klub professional Al Wakrah SC di umur 5 tahun dan Aspire Academy sejak umur 8 tahun,"
Abdurrahman juga mendapat uang saku dari klub yang ia bela. Abdurrahman mendapat uang saku sebesar 250 Riyal Qatar atau setara dengan Rp 900.000 dengan kurs Rupiah 2016, 1 Riyal = Rp 3600