Nahas, perjalanannya ternyata ditemani oleh cuaca buruk, menyebabkan perahunya terempas ombak dan terbalik berkali-kali. Alhasil ia pun berusaha bertahan hidup dengan berpegangan pada bagian yang masih mengapung.
Beruntung rakit itu masih bisa bertahan, sementara korban sudah terbujur lemas. Ia mengaku sudah terapung-apung di laut lepas selama 10 hari, sampai akhirnya ia berhasil diselamatkan oleh kapal KM. STB 14 dengan kondisi luka lecet di sekujur tubuh akibat terkikis air laut serta tergesek rakit.
Kisah ini jelas membuat publik ikut merasa pilu, apalagi karena peristiwanya terjadi beriringan dengan perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-77 pada Rabu (17/8/2022) kemarin.
"Belum merdeka yang sesungguhnya," ujar warganet.
Baca Juga:Muhammadiyah Diminta Bantu Cegah Pernikahan Dini di Sulawesi Barat
"Allahuakbar, yang kaya gini harus dikasi kerjaan," kata warganet.
"Akibat susahnya mendapatkan pekerjaan... seengganya dia mau berusaha cari kerja, semoga cepat sembuh pak, lekas sembuh dan segera dapat pekerjaan yang layak... Gbu," komentar warganet.
"10 hari??? Gak kebayang sih penderitaannya. Semoga lekas pulih dan cepet dapet kerja ya pak," imbuh warganet lain.
"MasyaAllah... kebaikan hati nahkoda dan ABK. Semoga Allah balas kebaikan-kebaikan orang yang selalu berbaut baik kepada sesama," puji warganet, fokus pada upaya penyelamatan yang dilakukan para awak kapal tersebut.
"Ya Allah... sehat selalu Pak, dan semoga setelah ini dipertemukan oleh orang baik yang bisa memberi pekerjaan, perjuangan seorang kepala keluarga demi menafkahi keluarganya," timpal yang lainnya.