SuaraBekaci.id - Joko Anwar, sutradara Film Pengabdi Setan II mengambil lokasi syuting di bangunan mangkrak yang berlokasi di belakang pasar Sumber Arta, Kota Bekasi.
Kini bangunan mangkrak yang tersebut jadi wisata dadakan bagi sejumlah masyarakat setempat. Namun bukan hal mudah untuk bisa masuk ke dalam bangunan ini.
Hal ini lantaran bangunan tersebut dijaga oleh sejumlah orang yang mengaku juga sebagai petugas keamanan dari pasar Sumber Arta.
Menurut salah satu pengunjung yang ditemui Suara Bekaci, untuk bisa masuk ke lokasi syuting film Pengabdi Setan II itu, mereka harus memiliki izin. Entah izin apa yang dimaksud.
Baca Juga:Cari Bukti Dugaan Suap Perizinan, Penyidik KPK Geledah Plaza Summarecon Bekasi

"Iya pengen sih penasaran aja, ternyata ngga bisa masuk kalau ngga ada izin" kata salah satu warga, Frengki.
Salah satu warga lain, Fadil juga mengungkap bahwa awalnya dia bertemu dengan kepala keamanan dan si kepala keamanan itu meminta bayaran agar di perbolehkan masuk ke bangunan lokasi syuting, itu juga hanya sampai lantai 3 saja.
"Ya karena pas kepala keamanan tempat tersebut datang dan meminta izin. Pihak keamanan di sana juga secara terang-terangan meminta uang namun tidak disebutkan nominalnya," ucap Fadil.
Sementara itu, warga lainnya yang juga ingin masuk ke dalam bangunan tersebut, Putri mengaku bahwa tempat tersebut memang sangat cocok untuk tempat lokasi film bergenre horor.
"Emang hawanya agak ini yaa, namanya gedung udah lama kosong kan hawanya kek emang cocok bangat buat film horor" kata Putri
Baca Juga:Belum Puas Sita Dokumen hingga Alat Elektronik, KPK Kembali Geledah Plaza Summarecon Bekasi Hari Ini
Anto salah satu pedagang sekitar membenarkan bahwa gedung tersebut di pakai syuting oleh sang sutradara Joko Anwar.
"Dulu crew yang nganter artis sama yang ngambil gambar nongkrong di sini di tempat kita, makan bareng, ngopi bareng, minum bareng bilangnya shooting, Pengabdi Setan II" ucap Anto.
Tempat lokasi syuting film Pengabdi Setan II ini sendiri merupakan bangunan mangkrak, peninggalan Program 1000 menara oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Gedung tersebut hanya di bangun selama 3 tahun, awal mula tahap pembangunan tersebut di tahun 2007 dan terakhir aktivitas pekerja bangunan sekitar 2010.
Gedung yang mangkrak selama 12 tahun tersebut rencanya akan di jadikan Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami), namun saat ini kondisi gedung sangat memprihatinkan dan meningggalkan kesan horor bagi para warga yang melihat gedung tersebut.
Kontributor : Danan Arya