facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

ACT Akui Comot Dana Umat untuk Operasional, Ibnu Khajar: Yang Kami Kelola bukan Lembaga Zakat

Galih Prasetyo Senin, 04 Juli 2022 | 22:55 WIB

ACT Akui Comot Dana Umat untuk Operasional, Ibnu Khajar: Yang Kami Kelola bukan Lembaga Zakat
Lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) akhirnya gulingkan Ahyudin dari kursi Presiden. (Suara.com/Yaumal)

"Lantas mengapa mengambil 13,7 persen? Karena yang kami kelola bukan lembaga zakat,"

SuaraBekaci.id - Organisasi filantropi Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengakui mencomot dana yang berhasil dihimpun untk operasional organisasi.

Presiden ACT Ibnu Khajar mengklaim bahwa organisasinya mencomot 13,7 persen dari dana yang berhasil dihimpun. Karena, kata dia, berdasarkan syariat lembaga zakat memperbolehkan mengambil seperdelapan atau 12,5 persennya untuk operasional.

"Lantas mengapa mengambil 13,7 persen? Karena yang kami kelola bukan lembaga zakat, apalagi yang dikelola adalah dari donasi umum ada dari masyarakat, CSR, sedekah dan ada kerja sama dengan amal zakat," kata dia mengutip dari Antara.

Menurut dia, tingginya alokasi dana operasional itu untuk menutupi distribusi program. Sebab, ACT memiliki 78 cabang dan perwakilan di lebih dari 47 negara. Kendati demikian, ia mencoba meyakinkan masyarakat bahwa ACT telah berbenah yang ditandai pergantian pimpinan.

Baca Juga: Daftar Gaji Petinggi ACT Diduga Capai Rp250 Juta Sebulan, Dari Mana Sumbernya?

"Pasca-pergantian pimpinan maka saya mewakili ACT menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Kami tidak menutup mata ada permasalahan di dalam lembaga," jelasnya.

Terkait besaran gaji petinggi ACT, dikatakan oleh Ibnu bahwa sejak Januari 2022 telah ada pemangkasan gaji.

"Sejak 11 Januari 2022, tercipta kesadaran kolektif untuk memperbaiki kondisi lembaga dengan masukan dari seluruh cabang. Kami melakukan evaluasi secara mendasar,"

Sebelumnya dalam laporan investigasi Tempo, ditemukan dugaan penyelewengan dana umat yang dilakukan oleh ACT. Besaran gaji menjadi salah satu tajuk yang membuat masyarakat mempertanyakan kredibilitas organisasi tersebut.

Baca Juga: ACT Diduga Gelapkan Dana Umat, Novel Bamukmin: Siapa Pun Menyalahgunakan Dana Umat Harus Bertanggung Jawab!

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait