facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Khawatir Korban Kena Bully, Keluarga Pembuang Bayi Diminta Segera Kosongkan Unit Rusun Jatinegara Barat

Ari Syahril Ramadhan Senin, 04 Juli 2022 | 19:45 WIB

Khawatir Korban Kena Bully, Keluarga Pembuang Bayi Diminta Segera Kosongkan Unit Rusun Jatinegara Barat
Rusun Jatinegara Barat. [Antara]

AM berserta istri, anak dan cucunya diminta mengosongkan kamar 8.02 Tower A Rusun Jatinegara Barat paling lambat hingga 15 Juli 2022.

SuaraBekaci.id - Kepala Unit Pengelola Rusun Jatinegara Barat, Dwiyanti Chotifah menyatakan pihaknya meminta keluarga dari MS (19) pelaku pembuang bayi ke Kali Ciliwung untuk dari tempat tinggalnya di Rusun Jatinegara Barat, Jakarta Timur.

Dwiyanti mengatakan, pihaknya mengeluarkan surat edaran pemutusan perjanjian sewa menyewa unit hunian yang ditujukan untuk AM (50) selaku orang tua dari MS.

"Jadi pengelola itu sudah jauh berpikir. Kita kasih solusi, nanti kita usahakan untuk memberikan unit lain di luar Jatinegara Barat. Pindah ke rusun lain," kata Dwiyanti Chotifah di Jakarta, Senin (4/7/2022).

AM berserta istri, anak dan cucunya diminta mengosongkan kamar 8.02 Tower A paling lambat hingga 15 Juli 2022. AM sendiri diketahui sudah tujuh tahun menetap di rusun tersebut.

Baca Juga: Terjatuh Akibat Jalan Berlubang, Pria Paruh Baya Tewas Terlindas Truk di Jatinegara

Dwiyanti mengatakan alasan pihaknya melayangkan surat bernomor 3915/RR.02.01 tersebut sesuai dengan Peraturan Gubernur Nomor 111 tahun 2014 tentang Mekanisme Penghunian Rumah Susun Sederhana Sewa.

"Jadi di dalam pergub itu ada larangan melakukan perbuatan kriminal, memakai, menggunakan narkoba, berbuat maksiat atau apa yang (membuat penghuni) harus dikeluarkan dari unit. Itu menjadi dasar kita dalam bekerja," ujar Dwiyanti.

Selain itu, dia mengatakan dikeluarkannya surat pemutusan perjanjian sewa tersebut untuk kebaikan psikologis NA, bayi dari MS yang kini dirawat oleh AM dan istri.

Dikhawatirkan NA akan mengalami perundungan oleh teman-temannya ketika sudah besar sehingga dapat mengganggu kejiwaan NA.

"Kalau dia besar nanti, kalau masih tinggal di Jatinegara Barat, dia ketemu orang, ketemu teman sebaya, apa enggak kasarnya nanti di-bully? Kamu kan anak yang mau dibunuh, Kamu kan anak yang tidak diinginkan, kamu kan dibuang sama mama kamu, nah itu kan artinya secara tumbuh kembang buat jiwanya enggak bagus," ujar Dwiyanti.

Baca Juga: Diduga Hindari Jalan Bergelombang, Pengendara Motor Tewas Terlindas Truk di Jatinegara

Tak hanya itu, penghuni rusun lain juga telah melayangkan surat kepada dirinya untuk meminta AM pindah dari rusun.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait