78 Orang Meregang Nyawa di Sepak Bola Indonesia Sejak 1994, Kasus Dua Bobotoh Diharap Jadi yang Terakhir, Mungkinkah?

"Terlalu euforia sepak bola boleh pakai penonton dan melupakan aturan,"

Galih Prasetyo
Sabtu, 18 Juni 2022 | 18:46 WIB
78 Orang Meregang Nyawa di Sepak Bola Indonesia Sejak 1994, Kasus Dua Bobotoh Diharap Jadi yang Terakhir, Mungkinkah?
Suporter Persib Bandung menyalakan flare usai pertandingan Persebaya Surabaya melawan Persib Bandung pada Group C Piala Presiden 2022 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Jawa Barat, Jumat (17/6/2022). ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/wsj.

SuaraBekaci.id - Awan mendung kembali menggelayut sepak bola nasional. Padahal beberapa pekan ke belakang, publik sepak bola tengah bergembira dengan lolosnya timnas Indonesia ke Piala Asia 2023.

Kegembiraan publik tidak hanya timnas lolos, namun juga dibuka kembalinya turnamen pramusim, Piala Presiden 2022 dengan kehadiran suporter.

Pandemi Covid-19 dua tahun terakhir memaksa mereka yang bisa berjingkrak dan berteriak di tribun penonton terpaksa menjadi suporter layar kaca.

Setelah PSSI dan PT LIB mengumumkan Piala Presiden 2022 bisa ditonton langsung suporter, kegembiraan itu membuncah. Suporter ingin segera melepas energi mereka di stadion, memberikan yang terbaik untuk tim kesayangan.

Baca Juga:Dua Bobotoh Meninggal di GBLA, Nick Kuipers: Nyawa Terlalu Mahal untuk Sepak Bola

Nahas kemudian, kemarin, Jumat 17 Juli 2022, kompetisi Piala Presiden 2022 tercoreng. Baru satu pekan kompetisi ini berlangsung, dua orang meninggal dunia.

Dua orang bobotoh tewas di Stadion GBLA saat akan menonton laga Persib vs Persebaya grup C Piala Presiden 2022. Tewasnya dua bobotoh ini pun jadi duka mendalam bagi insan sepak bola, khususnya para pendukung Persib.

Dua orang yang tewas itu adalah Asep Ahmad Solihin yang merupakan warga Cibaduyut, Jawa Barat dan Sopiana Yusup, seorang warga Bogor.

Menurut keterangan pihak kepolisian, dua orang ini menjadi korban karena membeludaknya suporter di Stadion GBLA.

"Dugaannya itu adalah tidak sabar ingin masuk, terburu-buru. Padahal sudah diimbau agar antre dan antrean-nya juga sudah ada," kata Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Aswin Sipayung.

Baca Juga:Dua Bobotoh Meninggal Dunia, Ridwan Kamil: Tidak Ada Sepak Bola yang Lebih Berharga daripada Nyawa Manusia

Mengacu pada keterangan dari Akmal Marhali di unggahan Instagram pribadinya, @akmalmarhali20, dua orang bobotoh ini merupakan korban tewas ke-78 di sepak bola Indonesia sejak 1994.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini