facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

PAN Yakin Erick Thohir, Ganjar Pranowo Hingga Presiden Jokowi Lirik Koalisi Indonesia Bersatu

Andi Ahmad S Selasa, 17 Mei 2022 | 09:31 WIB

PAN Yakin Erick Thohir, Ganjar Pranowo Hingga Presiden Jokowi Lirik Koalisi Indonesia Bersatu
Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketum PAN Zulkifli Hasan dan Ketum PPP Suharso Monoarfa gelar pertemuan bahas kerja sama dan kemungkinan koalisi pada Pilpres 2024 mendatang di Rumah Heritage Jakarta pada Kamis (12/5/2022) malam. [Suara.com/Bagaskara]

Apalagi, koalisi yang terbentuk dari PAN, Golkar, dan PPP itu sudah bisa mengusung sosok sebagai capres dan cawapres pada 2024.

SuaraBekaci.id - Koalisi Indonesia Bersatu yang terdiri dari PAN, PPP dan Golkar bakal dilirik Presiden Joko Widodo.

Hal itu diungkapkan politikus PAN Drajad Wibowo. Dia mengatakan, bahwa tokoh nasional dan berpotensi menjadi capres 2024 akan melirik koalisi tersebut.

Apalagi, koalisi yang terbentuk dari PAN, Golkar, dan PPP itu sudah bisa mengusung sosok sebagai capres dan cawapres pada 2024.

Dari hasil Pileg 2019, ketiga parpol tersebut memperoleh 26,82 persen kursi DPR dan 23,93 persen suara.

Baca Juga: Perayaan Waisak, Umat Buddha dan Masyarakat Luas Antusias Mengikuti Acara Puncak di Candi Borobudur

Tokoh-tokoh nasional yang potensial menjadi capres jelas akan menjajaki dukungan koalisi ini," kata Drajad mengutip dari WartaEkonomi -jaringan Suara.com, Selasa (17/5/2022).

Mantan Direktur Indef Jakarta itu melanjutkan tokoh nasional yang bukan ketum parpol seperti Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, Soetrisno Bachir, Sandiaga Uno, dan Erick Thohir tentu perlu menjajaki kemungkinan bisa diusung koalisi ini untuk Pilpres 2024.

"Singkat cerita, posisi tawar politis dari ketiga parpol ini naik drastis," ujar Drajad.

Anggota Komisi XI DPR RI periode 2004-2009 itu bahkan menyebut Presiden Joko Widodo bakal tertarik dengan Koalisi Indonesia Bersatu.

"Presiden Jokowi pun saya yakin akan tertarik dengan koalisi ini (Koalisi Indonesia Bersatu, red)," ungkap dia.

Baca Juga: Peringatan Trisuci Waisak, Gubernur Ganjar: Jika leluhur Kita Hidup Dalam Keberagaman, Mengapa Kita Saling Bertikai?

Menurut Drajad, Jokowi sebagai presiden memang bakal netral dalam Pilpres 2024. Namun, kepala negara dan keluarganya juga rakyat Indonesia yang mempunyai hak politik memilih capres 2024.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait