"Seharusnya anak muda keseluruhan ini harus tahu karakter, tujuan, minat, dan cita citanya dia. Itu langkah awal seseorang bisa ikut komunitas. kKalo dia udah bergabung di komunitas menurut kemauannya, gak akan ada itu tawuran atau hal negatif dari mereka yang dilakukan," papar Aki Maja.
Yang juga menjadi sorotan dari Aki Maja terkait maraknya aksi tawuran di Bekasi ini juga perkembangan teknologi dalam hal ini konten di media sosial.
Di titik ini kata Aki Maja, peran pemerintah dalam hal ini Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Provinsi (Diskominfo) menjadi penting.
Diskominfo harus mampu melihat dan memperhatikan konten yang terkait tawuran di sosial media.
"Ya peran pemerintah itu penting, diskominfo mungkin bisa itu bantu memperhatikan yang mana konten layak dan yang mana konten tidak layak, itu penting," ucap Maja.
Maja juga menilai tindakan yang dilakukan pihak berwajib jangan hanya pidana atau arahan saja, melainkan juga mengarahkan kekomunitas yang layak untuk pelaku kedepannya jadi lebih baik.
"Tindakan jangan hanya pidana saja sih, rehabilitasi atau juga arahan melihat pentingnya komunitas itu penting juga," tutupnya.
Kontributor : Rendy Rutama Putra
Baca Juga:Ini Alasan Polres Metro Bekasi Kota Pulangkan 12 Pelajar yang Diduga Akan Lakukan Tawuran