Warga Tionghoa Bekasi: Kami Adalah Orang Bekasi

Bagi orang Tionghoa di Bekasi meski tak pernah meninggalkan budaya leluhur, mereka menganggap diri sebagai orang Bekasi.

Galih Prasetyo
Selasa, 01 Februari 2022 | 09:00 WIB
Warga Tionghoa Bekasi: Kami Adalah Orang Bekasi
Persiapan Klenteng Hok Lay Kiong, Bekasi menyambut perayaan Tahun Baru Imlek 2022 (Suara.com/Galih Prasetyo)

"Saat lebaran, mereka juga ikut antusias menyambutnya, sama seperti kita kepada mereka saat Imlek," tambah Romli.

Pengakuan dari Romli ini juga diamini oleh Bio Kong. Pria yang sudah cukup lama jadi pengurus di Klenteng Hok Lay Kiong mengaku bahwa tak pembeda sebenarnya antara warga lokal dengan etnis Tionghoa.

"Kalau di sini, sifatnya (etnis Tionghoa) memang berbaur. Di sini paling aman. Itu karena sesepuh di sini banyak kan orang Pribumi, jadi kita selalu mandang sesepuh di sini,"

Kami Orang Bekasi

Baca Juga:Ridwan Kamil Sebut Ada 492 Orang Probable Omicron yang Tersebar di Bogor, Depok dan Bekasi

Masalah identitas etnis Tionghoa di sejumlah tempat di Indonesia, termasuk di Bekasi memang jadi perhatian tersendiri.

Ada yang menganggap kehadiran etnis Tionghoa ini terlalu ekslusif, namun faktanya di Bekasi mereka sangat berbaur dan menambah kekayaan adat dan budaya di Kota Patriot.

Menurut pengamat budaya Tionghoa, C. Dewi Hartati saat melakukan video zoom dengan Suara Bekaci, Jumat (28/1) menegaskan bahwa sebenarnya bagi orang Tionghoa di Bekasi, mereka lebih suka dianggap sebagai orang Bekasi.

"Mereka itu lebih kental, ya orangnya bilang orang Bekasi ketimbang disebut orang Tionghoa Bekasi," kata Dewi Hartati.

"Soal akulturasi itu sangat besar sekali, kita bisa melihat mereka sangat menyukai musik Gambang keromong. Kita lihat kalau ada upacara di klenteng, yang upacara-upacara besar seperti Imlek, ada gambang keromong, kalau ada pesta ulang tahun dewa atau sejit, itu selalu ada gambang keromong yang juga ditunggu masyarakat Bekasi," papar Dewi.

Baca Juga:Gerak Cepat Polresta Solo Lakukan Rekayasa Lalu Lintas Cegah Kemacetan di Taman Lampion Balai Kota dan Pasar Gede

"Terus satu lagi misalkan contohnya upacara kesempurnaan sejit, kalau di Klenteng Hok Lay Kiong, dewa utamanya itu Dewa Xuantian Shangdi, dia dirayakan tanggal 3 bulan 3 setelah imlek. Di tanggal 9 bulan 9 ada hari kesempurnaan ada juga perayaannya dan biasanya nanggep wayang kulit,"

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini