Rekam Jejak Azam Khan, Pria Disamping Edy Mulyadi yang Nyeletuk 'Hanya Monyet'

"Saya selaku orang Muslim mohon maaf, mungkin saya khilaf dalam menyampaikan..

Galih Prasetyo
Senin, 24 Januari 2022 | 18:45 WIB
Rekam Jejak Azam Khan, Pria Disamping Edy Mulyadi yang Nyeletuk 'Hanya Monyet'
Pengacara keluarga Dodi Triono, Azam Khan, di Pulomas [suara.com/Adie Prasetyo Nugraha]

SuaraBekaci.id - Viral video Edy Mulyadi yang dinilai banyak pihak menghina Kalimantan. Di dalam video itu, Edy Mulyadi bersama sejumlah orang menolak rencana pemindahan ibu kota negara ke Penajam Paser Utara.

Di video yang viral itu, Edy Mulyadi sempat bertanya kepada pria yang ada di sampingnya, apakah mau untuk pindah ke Kalimantan. Pria itu lalu menolak seraya menggelangkan kepala. Pria itu lalu melontarkan kata 'monyet' setelah Edy Mulyadi menyampaikan pernyataan,

"Mana mau dia tinggal Gunung Sari pindah ke Kalimantan, Penajam sana, untuk beli rumah di sana. 'Gua mau jadi warga ibu kota baru'," kata Edy.

Belakangan identitas pria itu kemudian diketahui, ia adalah Azam Khan. Siapa Azam Khan?

Baca Juga:DPD Usul ke Sri Mulyani, Pemimpin Ibu Kota Negara Harus Putra Asli Kalimantan

Azam Khan diketahui berprofesi sebagai seorang pengacara. Ia juga memiliki firma hukum sendiri. Salah satu akun di Twitter, @Cintada16 seperti dikutip dari Suara Bogor, netizen itu membagikan sebuah poster berisi sejumlah foto tangkapan layar terkait rekam jejak Azam Khan.

Sementara dalam narasi unggahannya, netizen itu menyebut Azam Khan merupakan pengacara dari ormas-ormas terlarang di Indonesia (HTI).

Azam juga diketahui sempat menjadi pengacara untuk keluarga Ir Dodi Triono, korban kasus pembunuhan Pulomas yang buat geger pada 2017 lalu.

Azam sendiri mengakui kekhilafannya dan meminta maaf atas ucapannya tersebut. Meski Azam menyebut bahwa pernyataannya itu kemudian digoreng macam-macam.

"Maksudnya posisi saya sama dengan monyet kalau saya pindah di hutan belantara. Hanya memang tidak saya jelaskan tetapi sedikit pun, tidak ada saya menyinggung orang Kalimantan atau bahkan bahasa Kalimantan, tidak ada. Nah, di situlah yang digoreng, mungkin digoreng macem-macem," ucap Azam. 

Baca Juga:Pengamat Prediksi Jokowi Bakal Pilih Ahok Jadi Kepala Otorita IKN, Ini Alasannya

"Kalaupun saya dianggap begitu, nggak apa-apa. Saya selaku orang Muslim mohon maaf, mungkin saya khilaf dalam menyampaikan. Walaupun urgensinya nyambungnya itu tidak ada sama sekali, bahkan ada beberapa advokat-advokat senior di Kalsel, di mana itu, kalau Bang Azam nggak masalah, kami juga tidak mempersoalkan," tambahnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini