alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Joshua Kartopawiro, Jago Pencak Silat dari Negeri Belanda

Galih Prasetyo Minggu, 09 Januari 2022 | 17:37 WIB

Joshua Kartopawiro, Jago Pencak Silat dari Negeri Belanda
Joshua Kartopawiro, Jago Pencak Silat dari Negeri Belanda (Facebook KPS Nusantara Club Alkmaar)

Sosok Joshua Kartopawiro mungkin asing di telinga orang Indonesia, namun ia menjadi salah satu pelestari bela diri Pencak Silat di Belanda.

SuaraBekaci.id - Pencak silat merupakan salah satu bela diri asli Indonesia. Salah satu jenis bela diri ini tidak hanya terkenal di kawasan Asia, namun juga sudah merambah ke Eropa, salah satunya ke negeri Belanda.

Mereka yang belajar pencak silat tidak hanya orang Indonesia yang tinggal di Belanda, namun juga orang Belanda. Salah satunya bernama Joshua Kartopawiro.

Dari nama besar kemungkinan ia memiliki darah Indonesia. Joshua memiliki deretan prestasi cukup mentereng sebagai atlet pencak silat.

Dikutip dari Noordhollands Dagblad, Minggu (9/1/2022), dari rentang waktu 2019 hingga 2021, Joshua meraih sejumlah penghargaan di turnamen pencak silat level Eropa.

Baca Juga: Terduga Teroris yang Ditangkap Densus 88 Adalah Juara Dunia Pencak Silat

Pada 2019, ia menjadi juara Eropa cabang pencak silat seni serang dan bertahan. Ia sukses mengalahkan atlet pencak silat dari 28 negara Eropa lainnya seperti Belgia, Prancis, Jerman serta Italia.

Setahun sebelumnya, Joshua juga sempat mengikuti World Pencak Silat Championship 2018 yang berlangsung di Singapura. Dikutip dari data Cuescore, Joshua berkewarganegaraan Belanda dan cukup aktif bermain olahraga bilyard.

Joshua merupakan perwakilan dari klub pencak silat yang berbasis di Alkmaar, Belanda, Keluarga Pencak Silat (KPS) Nusantara.

Dikutip dari laman KPS Nusantara, klub pencak silat yang berlokasi di Alkmaar, Belanda ini dilatih oleh Stephan Polak. KPS Nusantara sendiri merupakan perguruan pencak silat yang berdiri sejak 28 Juli 1968.

KPS Nusantara didirikan oleh tiga pendekar Alm. Moh. Hadimulyo, BSc, Dr. Moh. Djoko Waspodo dan Alm. dr. Rachmadi Djoko Suwigyo.

Baca Juga: Pencak Silat, Seni Bela Diri Tradisional yang Wajib Dilestarikan

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait