alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Cerita Juru Kunci Makam Ayah Mahasiswi NW: Sering Kesini, Tidur di Sini Sore-sore

Lebrina Uneputty Sabtu, 04 Desember 2021 | 15:57 WIB

Cerita Juru Kunci Makam Ayah Mahasiswi NW: Sering Kesini, Tidur di Sini Sore-sore
Kejanggalan kematian mahasiswi di Mojokerto. [Instagram]

Sugito melanjutkan, korban kerap dijemput ibunya pulang karena terlalu lama berdiam diri di makam ayahnya.

SuaraBekaci.id - Cerita mahasiswi Universitas Brawijaya (UB) NW.  Namanya sedang viral dan jadi trending topik twitter sejak semalam dengan tagar #SAVENOVIWIDYASARI. Ia ditemukan tak bernyawa, bunuh diri di atas pusara ayahnya. 

Mengutip SuaraJatim, Juru Kunci Makam tempat makam ayahnya disemayamkan, Sugito menceritakan NW belakangan sebelum ini sering berdiam diri di makam ayahnya, Erick bahkan hingga tidur di atas makam sang ayah.

Sugito melanjutkan, NW kerap dijemput ibunya pulang karena terlalu lama berdiam diri di makam ayahnya.

Menurut Sugito, ayah NW seorang mantan lurah Blooto di Kota Mojokerto.

Baca Juga: Oknum Polisi Diperiksa Propam Polda Jatim Terkait Bunuh Diri Mahasiswi UB

"Bapaknya kan meninggal, sudah 100 harinya ini. Terus infonya diputus pacarnya. Dia itu depresi. Sering ke sini tidur di sini kalau sore-sore gitu. Mesti tidur, kalau dijemput ibunya baru pulang," katanya.

Sugito melanjutkan, sebelum peristiwa ini NW telah beberapa kali melakukan percobaan bunuh diri namun berhasil digagalkan ibu dan saudaranya.

"Tadinya itu sebelumnya sudah mau bunuh diri (Rabu, 1 Desember 2021) terus ketahuan ibunya sama saudaranya. Terus akhirnya dia mencari kesempatan, mau bunuh diri lagi di sini. Tadi siang ada orang jadinya gak jadi. Lak ko akhirnya kejadian tadi, ibunya gak ada," ujarnya.

Diduga kuat mahasiswi semester 10 ini sedang depresi dan mengalami masalah dalam percintaan.

Bukti depresi korban ditunjukkan oleh warganet lewat tangkapan layar obrolan antara NW dan ibu dari sang kekasih.

Baca Juga: Usut Kasus Bunuh Diri Mahasiswi UB, Pacar NW Diperiksa Propam

Isi percakapannya, korban mengeluh dan meminta tolong kepada orang yang disebut mama itu terkait tanggung jawabnya karena telah merekakan melakukan pengguguran janin.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait