facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Tentang Nol Emisi Karbon dan Menyelamatkan Bumi

Lebrina Uneputty Rabu, 27 Oktober 2021 | 14:10 WIB

Tentang Nol Emisi Karbon dan Menyelamatkan Bumi
Ilustrasi emisi karbon dioksida dari industri (Shutterstock).

Solusi alami contohnya adalah menanam pohon, memulihkan tanah atau lahan basah.

Janji kosong?

Terlepas dari banyaknya kritik terhadap ketergantungan perusahaan pada sertifikat pengurangan karbon, tidak adanya cara yang standar untuk menyusun strategi nol bersih dan pelaporan emisi membuat perusahaan pemegang sertifikat sulit dimintai tanggung jawab.

Menjual aset dengan emisi tinggi --langkah yang dapat membuat rapor karbon perusahaan terlihat lebih baik-- tidak membuat perbedaan pada atmosfer bumi jika pembelinya tetap mengoperasikan aset tersebut.

Pemerintah dan perusahaan juga semakin menghadapi tekanan untuk menetapkan target yang rinci dan mengikat menjelang 2050 untuk menghilangkan kekhawatiran bahwa pemimpin politik dan CEO "hanya menendang kaleng di jalan" (menunda masalah agar diselesaikan orang lain).

Aktivis iklim terkenal Greta Thunberg juga mengkritik target nol bersih, yang disebutnya sebagai janji kosong para pemimpin setelah bertahun-tahun melakukan pembicaraan iklim.

Untuk diketahui, lebih dari 190 negara pada 2015 meneken Perjanjian Paris untuk membatasi pemanasan global hingga 1,5 derajat Celcius di atas level suhu sebelum revolusi industri (pre-industrial level).

Upaya itu dilakukan untuk mencegah dampak terburuk perubahan iklim seperti kekeringan, banjir, dan punahnya spesies.

Para ilmuwan mengatakan mengurangi emisi karbon dioksida (CO2) secara global ke 'nol bersih' (net zero) pada tahun 2050 adalah cara untuk memenuhi tujuan utama perjanjian itu, meskipun praktiknya diserahkan kepada masing-masing negara. (antara)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar

Berita Terkait