alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Daftar 10 Negara dengan Permintaan Hapus Konten ke Google, Indonesia Juga Termasuk

Lebrina Uneputty Minggu, 24 Oktober 2021 | 20:05 WIB

Daftar 10 Negara dengan Permintaan Hapus Konten ke Google, Indonesia Juga Termasuk
Laporan google tentang permintaan sebuah negara menghapus konten (google reports)

Google sendiri mengatakan telah menghapus lebih dari 20.000 URL dan sedang meninjau sisanya.

SuaraBekaci.id - Google mencatat 10 besar negara-negara yang kerap meminta mereka menghapus konten, Indonesia masuk di dalamnya.

Pemerintah Indonesia meminta penghapusan konten di Google berdasarkan jumlah item dengan permintaan lebih dari 500.000 URL.

Hal ini terungkap dari laporan Google berjudul Content Removal Transparency Report.

Data ini berisi permintaan dari pemerintah negara-negara di dunia untuk menghapus konten di Google dari periode Januari hingga Juni 2021.

Baca Juga: Tim Bulutangkis Indonesia Gagal di Denmark Open 2021, Ini Kata PBSI

Berdasarkan laporan ZDnet, Minggu (24/10/2021), Indonesia memimpin karena permintaan untuk menghapus konten mencapai lebih dari 500.000 URL. Rata-rata alamat URL yang diminta untuk dihapus karena melanggar undang-undang perjudian.

Google sendiri mengatakan telah menghapus lebih dari 20.000 URL dan sedang meninjau sisanya.

Adapun jenis permintaan produk yang dihapus dari platform Google terdiri dalam bentuk Blogger, Gmail, Google Docs, Google Play Apps, Situs Google, Google Search, hingga YouTube.

Sementara lembaga Pemerintah Indonesia yang meminta penghapusan konten Google antara lain Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Kepolisian, TNI, permintaan langsung dari pengadilan, dan pihak lainnya.

Di bawah Indonesia ada Rusia, yang kemudian diikuti oleh negara seperti Kazakhstan, Pakistan, Korea Selatan, India, Vietnam, Amerika Serikat, Turki, dan Brazil.

Baca Juga: Studi: Pelaku Kejahatan Mencuri Informasi dari 60 Persen UKM Indonesia

Selain itu, Google juga merilis kategori lain sebagai negara dengan jumlah permintaan terbanyak. Untuk kategori ini, Rusia menduduki posisi pertama.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait