alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Polisi Buru Pembacok Tetangga Gara-gara WiFi, Ini Penjelasan Korban

Lebrina Uneputty Rabu, 13 Oktober 2021 | 08:46 WIB

Polisi Buru Pembacok Tetangga Gara-gara WiFi, Ini Penjelasan Korban
Pemotor bacok tetangga di depan rumah gara-gara wifi (Instagram)

Rahmat mengatakan telah mengamankan motor terduga pelaku yang tertinggal di rumah korban.

SuaraBekaci.id - Polisi masih memburu terduga pelaku pembacokan di Perumahan Karanganyar Residence, Karang Bahagia Kabupaten Bekasi.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi AKBP Rahmat Sujatmiko mengatakan pihaknya masih mencari terduga pelaku yang setelah melakukan pembacokan kabur.

"Kami masih melakukan penyelidikan terkait keberadaan pelaku," Jelas Rahmat.

Rahmat mengatakan telah mengamankan motor terduga pelaku yang tertinggal di rumah korban.

Baca Juga: Iring-iringan Ormas Demo ke GIIC Cikarang, Rebutan Proyek Limbah?

"Untuk sementara kami masih mengumpulkan bukti-bukti yang mengarah kepada terduga pelaku, kami Satreskrim Polres Metro Bekasi dalam hal ini membantu Polsek Cikarang Utara," katanya.

Dia juga mengatakan, bahwa pembacokan tersebut didasari akibat permasalahan WiFi, dimana terduga pelaku menuding korban telah meretas sandi WiFi miliknya.

"Motifnya ya untuk sementara dipicu masalah wifi, namun demikian kami masih cermati kasusnya," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Warga Perumahan Karanganyar Residence, Kecamatan Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi, Lasdo menjadi korban pembacokan oleh tetangganya sendiri.

Aksi tersebut terpantau CCTV lingkungan yang kemudian tersebar dan viral. Pelaku berinisial EM (60) nekad membacok Lasdo karna menuding korban telah mencuri WiFi miliknya.

Baca Juga: Lurah Wanasari Bikin Gervakruwa, Buka Gerai Vaksin Setiap Hari di Perumahan Gramapuri

Potongan video pria berusaha melukai tetangganya, diduga gara-gara WiFi. (Instagram)
Potongan video pria berusaha melukai tetangganya, diduga gara-gara WiFi. (Instagram)

Korban Lasdo mengatakan tidak punya waktu untuk bersantai atau mencuri WiFi karna kesibukannya bekerja.

"Saya mohon maaf, saya kan punya warung. Saya sama istri setiap hari sibuk kerja nganterin gas sama air," jelasnya kepada wartawan.

"Ibaratnya enggak ada waktu buat santai-santai, boro-boro pakai wifi tetangga, nikmatin wifi di rumah saya sendiri saja jarang," lanjutnya.

Lalu dia menjelaskan tidak punya kemampuan untuk meretas WiFi tetangganya itu yang hanya berjarak 15 meter.

"Gimana cara saya tahu password wifi dia? Enggak ngerti saya mah gitu-gituan," jelasnya.

Atas kejadian itu, Lasdo menerima 8 jahitan yang diakibatkan sabetan senjata tajam pada bagian kiri kepala.

"Ini luka sobek 8 jahitan di kepala bagian kiri," kata Lasdo.

Setelah terjadi pembacokan pelaku melarikan diri. Saat itu, lanjut Lasdo, dirinya langsung ditolong warga untuk dibawa kerumah sakit guna mendapatkan perawatan.

"Warga pada fokus ke saya karena mereka juga panik ngeliat darah begitu banyak. Pelakunya lari," ujarnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait