alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Tahun Depan, Pengajuan Persetujuan Kredit BTN Bisa Sehari

Lebrina Uneputty Senin, 11 Oktober 2021 | 08:25 WIB

Tahun Depan, Pengajuan Persetujuan Kredit BTN Bisa Sehari
Bank BTN (Ist)

Hal ini menurut dia, dapat diwujudkan sejalan dengan implementasi credit scoring menggunakan teknologi informasi.

SuaraBekaci.id - Pengajuan kredit debitur PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) akan dipercepat. Tahun 2022 PT BTN (Persero) menargetkan persetujuan pengajuan kredit debitur bisa dilakukan di hari yang sama atau satu hari.

Direktur Risk Management and Transformation Bank BTN, Setiyo Wibowo mengatakan, proses bisnis sudah 50 persen digital dan biro kredit pun sudah robotik.

"Saat ini proses bisnis sudah 50% digital, biro kredit sudah pakai robotik. Sudah tidak perlu ditelepon lagi. Dari sebelumnya 7-8 hari, sekarang 2-3 hari debitur sudah mendapat approval. Tahun depan, kami berharap persetujuan di hari yang sama, debitur akan dapat melakukan approval kredit," ujar Bowo di Jakarta, akhir pekan lalu.

Hal ini menurut dia, dapat diwujudkan sejalan dengan implementasi credit scoring menggunakan teknologi informasi.

Implementasi teknologi credit scoring kata Setiyo Wibowo, telah mempercepat proses pengajuan kredit yang saat ini sudah bisa dilakukan persetujuan dalam waktu 2-3 hari setelah semua dokumen persyaratan pengajuan kredit dilengkapi.

Sebelumnya proses pengajuan kredit berlangsung selama 7-8 hari.

Lainnya, untuk mempercepat proses bisnis termasuk perkreditan, Bank BTN telah melakukan sentralisasi operation dari sebelumnya ditangani oleh kantor cabang.

Saat ini, sudah ada enam kredit center di seluruh wilayah Indonesia. "Sekarang trennya semua proses kredit ada di sentral, harapannya semua proses bisa seragam, dengan dukungan teknologi," papar Bowo.

Dia mengungkapkan, dengan percepatan persetujuan kredit tersebut diharapkan, Bank BTN bisa memberikan pembiayaan perumahan mencapai 1,2 juta dalam kurun 5 tahun yakni periode 2021-2025.

Langkah ini untuk mengurangi selisih antara kebutuhan rumah dan persediaan atau backlog perumahan di Indonesia.

Komentar

Berita Terkait