Jangankan kita manusia biasa, Nabi Ibrahim dan Ismail saja, yang sudah bersusah payah membangunnya, rela kepanasan untuk memenuhi perintah Allah SWT. Dan tidak ada niatan untuk menjadikan Ka’bah itu miliknya.
Islam tidak mengajarkan bahwa Ka’bah itu milik Ibrahim dan Ismail. Ka’bah tetap milik Allah dan akan menjadi rumah Allah SWT.
Bukan hanya itu saja, akan tetapi Nabi Muhammad SAW sekalipun, yang mempunyai mukjizat dari nabi yang lain bisa naik ke sidratul muntaha bertemu langsung dengan Allah SWT. Beliau juga tidak mempunyai rasa untuk memiliki rumah Allah tersebut.
Makna dari Al-A’tiq lainnya adalah Allah akan membebaskan manusia dari azab Allah. Sebagaimana dalam Al-Qur’an surat Ali Imran ayat 97 menjelaskan bahwa barang siapa atau siapapun yang memasuki rumah Allah maka dia akan aman.
Baca Juga:Mohib Ullah, Pemimpin Muslim Rohingya Tewas Ditembak di Kamp Pengungsi Bangladesh
Salah satu kewajiban untuk umat manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yakni bagi mereka yang mampu untuk mengadakan perjalanan menuju tempat tersebut.
(Muhafid/R6/HR-Online)