alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Apa Saja Faktor Pembentuk Kelompok Sosial dan Ciri-ciri Kelompok Sosial?

Pebriansyah Ariefana Selasa, 31 Agustus 2021 | 09:10 WIB

Apa Saja Faktor Pembentuk Kelompok Sosial dan Ciri-ciri Kelompok Sosial?
Kelompok Sosial

Artinya seorang manusia pasti akan membutuhkan orang lain dalam menjalani setiap aktivitasnya.

SuaraBekaci.id - Apa saja faktor-faktor pembentuk kelompok sosial dan ciri-ciri kelompok sosial? Jawaban ini bisa ditemukan dalam mata pelajaran IPS atau ilmu pengetahuan sosial dan juga sosiologi.

Pada dasarnya setiap manusia yang lahir dikodratkan sebagai makhluk sosial. Artinya seorang manusia pasti akan membutuhkan orang lain dalam menjalani setiap aktivitasnya.

Maka tak heran jika muncul pula kelompok sosial. Perlu diketahui, dalam sebuah buku yang berjudul "Pengelolaan Lingkungan Sosial", menyebutkan bahwa sejatinya manusia akan selalu membutuhkan kerja sama orang lain dalam upaya mengembangkan dan mempertahankan hidup.

Hal tersebut yang kemudian memicu munculnya konsep “kelompok sosial”.

Baca Juga: Kelompok Sosial: Faktor Pembentuk, Ciri dan Jenisnya

Apa saja faktor pembentuk kelompok sosial?

Kelompok Sosial . [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Kelompok Sosial . [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Lalu apa ciri-ciri kelompok sosial? Di bawah adalah ulasan yang akan mengupas tuntas tentang istilah kelompok sosial, mari simak!

Faktor-faktor Pembentuk Kelompok Sosial

Menurut salah satu penelitian yang teliti oleh Soerjono Soekanto ditemukan hasil bahwa ada beberapa faktor yang ada pada sekumpulan masyarakat sehingga dapat disepakati sebagai kelompok sosial:

  1. Faktor Darah
  2. Faktor Geografis
  3. Faktor Kepentingan
  4. Faktor Daerah Asal
  5. Ciri-ciri Kelompok Sosial
Kelompok Sosial . [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Kelompok Sosial . [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Adapun ciri-ciri dari kelompok sosial yang perlu anda ketahui, yakni sebagai berikut:

Baca Juga: Aksi Jokowi Bagikan Bansos di Grogol, Sosiolog: Ini Cukup Memalukan

  1. Adanya kesadaran dari masing-masing individu bahwa ia merupakan bagian dari kelompok sosial tersebut. Sebagai dampaknya, sifat ingin menang sendiri bisa diminimalisir.
  2. Adanya hubungan timbal balik antaranggota.
  3. Adanya interaksi yang aktif dan juga pola perilaku.

Adanya suatu faktor tertentu yang dimiliki dari masing-masing individu, dan hal itu bisa lebih mempererat ikatan di antara satu anggota kelompok dengan yang lainnya.
Faktor tersebut bisa berupa tujuan yang sama, cita-cita yang sama, nasib yang sama, ataupun karakteristik yang sama.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait