alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Sampah Bekasi Berkurang Selama PPKM Level 4, Jadi 480 Ton

Pebriansyah Ariefana Jum'at, 06 Agustus 2021 | 11:13 WIB

Sampah Bekasi Berkurang Selama PPKM Level 4, Jadi 480 Ton
Suasana di TPAS Burangkeng, Desa Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi.[Antara]

Volume sampah di daerah itu mengalami penurunan sebanyak 20 persen selama penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

SuaraBekaci.id - Sampah Bekasi berkurang selama PPKM level 4 jadi 480 ton perhari. Hal itu dicatat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi.

Volume sampah di daerah itu mengalami penurunan sebanyak 20 persen selama penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

"Volume sampah turun 20 persen mulai saat PPKM Darurat hingga PPKM Level 4 ini," kata Kepala Bidang Kebersihan pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi Khaerul Hamid di Cikarang, Kamis kemarin.

Kondisi TPA Burangkeng di Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat sebelum pandemi COVID-19. [ANTARA/Pradita Kurniawan Syah]
Kondisi TPA Burangkeng di Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat sebelum pandemi COVID-19. [ANTARA/Pradita Kurniawan Syah]

Sebelum penerapan PPKM Darurat sampah yang diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng mencapai 600 ton per hari.

Baca Juga: Awas Kecele! Keraton Kasunanan Surakarta Tiadakan Kirab Satu Suro

"Iya, turun 20 persen atau 120 ton per hari dari 600 ton per hari biasanya," katanya.

Hamid mengaku penurunan volume sampah itu disebabkan adanya penyekatan arus lalu lintas selama PPKM sehingga mobilitas warga atau pengunjung yang masuk ke wilayah Kabupaten Bekasi berkurang.

Pembatasan aktivitas di pusat perbelanjaan seperti mal, pasar, serta pertokoan selama PPKM juga dinilai memberi andil penurunan volume sampah.

"Bisa jadi tingkat konsumsi masyarakat di Kabupaten Bekasi menurun di masa PPKM Darurat hingga Level 4 ini. Ini juga mengindikasikan berkurangnya mobilitas warga Kabupaten Bekasi sehingga penerapan PPKM dinilai efektif," katanya.

Ia menyebut sampah pasar tradisional yang biasanya menyumbang sebagian besar volume sampah di TPA Burangkeng juga tidak terlihat.

Baca Juga: Soal Aksi Dinar Candy, PA 212: Diibaratkan Mencuci Najis Besar Dengan Air Kencing

Suasana di TPAS Burangkeng, Desa Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi.[Antara]
Suasana di TPAS Burangkeng, Desa Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi.[Antara]

"Biasanya sampai mengakibatkan tumpukan di sekitar tempat sampah pasar dan sejumlah titik pasar tapi kini tidak terlihat," katanya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait