Ridwan Kamil: BOR di Bekasi Masih di Atas 80 Persen

"Mayoritas komorbidnya hipertensi, diabetes, dan jantung," kata Ridwan Kamil.

Pebriansyah Ariefana
Kamis, 22 Juli 2021 | 12:56 WIB
Ridwan Kamil: BOR di Bekasi Masih di Atas 80 Persen
Ridwan Kamil siap bikin motor listrik Gesits dengan gaya Bobber (Instagram)

SuaraBekaci.id - Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil mengatakan BOR di Bekasi masih di atas 80 persen. Bahkan berbanding lurus dengan jumlah pasien COVID-19.

Namun kasus kematian akibat COVID-19 di wilayah Jawa Barat sudah menurun. Menurut dia, pada 11 Juli 2021 jumlah pasien COVID-19 yang meninggal dunia di wilayah Jawa Barat mencapai 269 orang namun pada 21 Juli 2021 jumlahnya sudah turun menjadi 80an orang atau sekitar 1,4 persen dari total kasus COVID-19 aktif.

"Fatality rate atau angka kematian akibat COVID-19 di Jabar 1,41 persen. Puncaknya di 11 Juli ada 269 laporan, kemarin jadi 80-an dan dua hari lalu di angka 70-an," kata Gubernur sebagaimana dikutip dalam siaran pers pemerintah provinsi di Kota Bandung, Kamis (22/7/2021).

Tenda darurat COVID-19 RSUD Bekasi dibongkar saat PPKM darurat diperpanjang. (Suara.com/Imam)
Tenda darurat COVID-19 RSUD Bekasi dibongkar saat PPKM darurat diperpanjang. (Suara.com/Imam)

"Mayoritas komorbidnya hipertensi, diabetes, dan jantung," ia menambahkan.

Baca Juga:Ketua IDI Ungkap Penyebab Banyak Pasien Covid-19 Meninggal Saat Isoman

Gubernur meminta bantuan obat-obatan dari Kementerian Kesehatan untuk menekan kasus kematian penderita COVID-19.

"Mohon dibantu oleh Kemenkes, treatment atau obat-obatannya untuk tiga penyakit itu," katanya.

Gubernur juga mengemukakan bahwa tingkat kematian pasien COVID-19 berhubungan dengan cakupan vaksinasi.

Menurut dia, angka kasus kematian penderita COVID-19 di Kota Bandung dan Kota Cirebon tergolong rendah karena cakupan vaksinasinya sudah tinggi.

Pasien RSUD Bekasi dirawat di mobil bak terbuka begitu sampai ke rumah sakit.
Pasien RSUD Bekasi dirawat di mobil bak terbuka begitu sampai ke rumah sakit.

"Kesimpulannya, dengan vaksinasi yang maksimal ternyata tingkat kematiannya juga rendah, di bawah satu persen," katanya.

Baca Juga:Gandeng Mitra Bisnis, MRT Jakarta Galang Bantuan Oksigen Gratis Khusus Pasien Covid

Di daerah-daerah yang cakupan vaksinasinya masih rendah seperti Kota Banjar, Kabupaten Karawang, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kabupaten Garut, ia melanjutkan, angka kasus kematian pasien COVID-19 tergolong tinggi.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini