facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pasokan Oksigen Pasien COVID-19 di RSUD Kabupaten Bekasi Aman

Pebriansyah Ariefana Jum'at, 02 Juli 2021 | 17:03 WIB

Pasokan Oksigen Pasien COVID-19 di RSUD Kabupaten Bekasi Aman
Aktivitas mengisi ulang tabung oksigen di Wiranotono Gas UD. Malang, Kota Malang, Kamis (1/7/2021). [Suara.com/Bob Bimantara Leander]

RSUD Kabupaten Bekasi memiliki tempat penyimpanan oksigen yang cukup besar sehingga mampu menampung oksigen dalam jumlah banyak.

SuaraBekaci.id - Pasokan oksigen di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat berlebih. Sehingga stok oksigen untuk kebutuhan medis dalam kondisi aman meski jumlah pasien di fasilitas kesehatan itu aman.

RSUD Kabupaten Bekasi memiliki tempat penyimpanan oksigen yang cukup besar sehingga mampu menampung oksigen dalam jumlah banyak.

"Insya Allah ketersediaan oksigen untuk kebutuhan medis di sini aman," kata Dirut RSUD Kabupaten Bekasi Sumarti di Cikarang, Jumat sore.

Sumarti menyebut perlengkapan medis itu digunakan untuk melayani seluruh pasien rawat inap yang membutuhkan bantuan oksigen sementara bagi pasien dengan kamar tidur tambahan diberikan oksigen jenis tabung.

Baca Juga: Kasus Covid-19 Meroket, Rumah Sakit di Surakarta Dikabarkan Nyaris Penuh

"Kita banyak pakai liquid O2 jadi punya tabung penampungan yang sangat besar untuk melayani pasien rawat inap. Yang pakai tabung untuk yang extra bed saja," katanya.

Kondisi sebaliknya justru terjadi di agen pengisian oksigen medis yang mulai kekurangan stok imbas melonjaknya kasus COVID-19. Agen Tio Gas Group Jalan Sultan Hasanudin Tambun Selatan misalnya, banyak pembeli mengaku kecewa lantaran tidak mendapatkan isi ulang oksigen medis.

"Saya sudah cari di tiga tempat, oksigen medisnya kosong semua. Mau coba ke tempat lain," kata Fiki (25) yang datang ke agen Tio Gas Group membawa tiga tabung berukuran satu kubik itu.

Fiki mengaku sudah empat hari kesulitan mendapatkan oksigen medis demi kebutuhan anggota keluarganya yang terpapar COVID-19 dan tengah menjalani isolasi secara mandiri.

"Susah, sudah empat hari terakhir cari oksigen medis ini kosong semua. Kalau pun dapat ya harus keliling cari yang masih ada," ungkapnya.

Baca Juga: Kebutuhan Oksigen di Rumah Sakit Cianjur Meningkat 100 Persen

Selain Fiki, Suhaeni (36) juga mengaku mengalami hal yang sama. Sudah dua hari ia kesulitan mendapatkan pasokan oksigen medis guna keperluan perawatan orang tuanya yang memiliki penyakit jantung dan dirawat di rumah.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait