facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Keluarga Kena Lockdown Selama PPKM Darurat Jawa-Bali Dapat Duit Rp 200 Ribu

Pebriansyah Ariefana Jum'at, 02 Juli 2021 | 09:05 WIB

Keluarga Kena Lockdown Selama PPKM Darurat Jawa-Bali Dapat Duit Rp 200 Ribu
Satu RT di Kebon Jeruk lockdown atau mikro lockdown. (Dok polisi)

Bantuan itu besarnya sekitar Rp200.000 per KK dalam bentuk sembako.

SuaraBekaci.id - Satu keluarga kena lockdown PPKM darurat Jawa-Bali dapat uang Rp 200 ribu sebagai dana kompensasi. Hal itu dinyatakan Pemerintah Kota Salatiga.

Gubernur Jawa Tengah menerapkan lockdown terhadap wilayah rukun tetangga (RT) yang berstatus zona merah Covid-19.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Salatiga, Wuri Pujiastuti mengatakan menerapkan lockdown RT zona merah bahkan sebelum ada instruksi Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo.

“Kita sudah terapkan. Kalau ada RT yang zona merah ya kita lockdown. Total sudah ada 9 RT di Salatiga yang di-lockdown. Contohnya ada di wilayah Ringinawe dan Randuacir,” ujar Wuri kepada Solopos.com.

Baca Juga: Mbak You Meninggal karena Penyakit Lambung dan Asmai, Keluarga Bongkar Hasil Tes COVID-19

Tak hanya menerapkan lockdown, Wuri juga mengaku setiap kepala keluarga (KK) yang wilayah RT di-lockdown juga mendapat bantuan dari Pemkot Salatiga. Bantuan itu besarnya sekitar Rp200.000 per KK dalam bentuk sembako.

“Selain bantuan dari Pemkot Salatiga berupa sembako senilai Rp200.000, kita juga berikan bantuan dari program Jogo Tonggo. Yang penting, lurahnya mengajukan dulu melalui Dinas Sosial,” terang Wuri.

Namun, Wuri meminta masyarakat Salatiga yang di RT diterapkan lockdown untuk benar-benar patuh. Penerapan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19 harus benar-benar diterapkan untuk memutus mata rantai penularan.

“Selama lockdown, masyarakatnya enggak boleh berkerumun. Harus membatasi aktivitas dan menerapkan 5M, seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan air bersih,” tutur Wuri.

Sebelumnya, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, menginstruksikan kepada bupati dan wali kota untuk menerapkan pembatasan total atau lockdown terhadap RT, RW, maupun desa yang masuk zona merah Covid-19. Namun Salatiga sudah menerapkan lockdown RT sebelum ada Ingub.

Baca Juga: Rekor! 36 Jenazah COVID-19 Dimakamkan Dalam Sehari di TPU Jombang Tangsel

Instruksi itu tertuang dalam Instruksi Gubernur No.1/2021 tentang Percepatan Penanggulangan Lonjakan Kasus Covid-19 di Jateng.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait