SuaraBekaci.id - Kisah pilu suami istri meninggal hampir bersamaan di Desa Pilang. Sang suami baru selesai dikubur, istri menyusul meninggal dunia positif COVID-19.
Sang suami yang juga tokoh masyarakat Desa Pilang, PN, 69, meninggal dunia pada Jumat (26/6/2021) malam. Ia sempat dibawa ke salah seorang dokter di Masaran.
Oleh dokter itu, PN disarankan dibawa ke puskesmas terdekat karena semua rumah sakit di Sragen sedang penuh.
Sesampainya di puskesmas, ternyata PN membutuhkan bantuan oksigen.
Baca Juga:Ivermectin Disebut Ampuh Lawan Covid-19, Dinkes Jateng: Jangan Dibagikan Seperti Permen
Sayang sekali, stok oksigen di puskesmas itu habis. Selanjutnya, ia dilarikan ke PKU Muhammadiyah Masaran. Namun, ia keburu meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit.
![ILUSTRASI Para petugas penggali makam jenazah Covid-19 di TPU Bambu Apus, Jakarta Timur, Selasa (23/2/2021). [Suara.com/Yaumal]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/02/23/44123-para-petugas-penggali-makam-jenazah-covid-19-di-tpu-bambu-apus.jpg)
“Dia [PN] dimakamkan pada Sabtu [27/6/2021] pagi tanpa protokol kesehatan karena belum diketahui apakah almarhum positif Covid-19 atau tidak,” jelas tokoh masyarakat Desa Pilang yang juga anggota DPRD Sragen, Sugiyamto, kepada Solopos.com.
Seusai PN dimakamkan, kondisi kesehatan istri PN, SI, 61, menurun. Oleh warga, SI dilarikan ke RS Mardi Lestari Sragen.
Sebelum diperiksa, ia terlebih dulu menjalani swab. Hasilnya, ternyata SI positif Covid-19.
Setelah dirawat beberapa saat, kondisi kesehatan sang istri makin menurun. Karena keterbatasan alat kesehatan, SI akhirnya mau dirujuk ke RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen.
Baca Juga:Tiga Kasi di Kejari Bandar Lampung Positif COVID-19
Namun, sebelum sampai di RSUD Sragen, nyawa SI sudah tidak terselamatkan pada Sabtu malam.
- 1
- 2